MIMIKA, PAPUA-Suasana haru menyelimuti Jalan Budi Utomo Ujung, Kabupaten Timika, saat upacara militer mengiringi prosesi pemakaman Sertu Arifin Cepa, Kamis (12/02/2026). Prajurit terbaik Kodim 1710/Mimika ini gugur sebagai kusuma bangsa saat menjalankan tugas mulia menjaga kedaulatan negara di wilayah rawan Papua.
Jajaran TNI-Polri, pengurus Persit Kartika Chandra Kirana, hingga ratusan warga hadir memberikan penghormatan terakhir. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam sekaligus kebanggaan atas dedikasi tanpa pamrih bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Sosok Babinsa Teladan di Tembagapura
Sertu Arifin Cepa bukan sekadar prajurit biasa. Ia mengemban amanah sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Kampung Banti 2, Distrik Tembagapura. Wilayah tugasnya dikenal memiliki tantangan geografis dan keamanan yang tinggi, namun almarhum tetap konsisten memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Almarhum gugur pada Rabu, 11 Februari 2026, ketika sedang melaksanakan tugas pengamanan wilayah. Loyalitasnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Distrik Tembagapura menjadi bukti nyata pengabdian prajurit sejati hingga titik darah penghabisan.
Penghormatan Terakhir dari Satuan Kodim 1710/Mimika
Kasdim 1710/Mimika, Mayor Inf Abdul Munir, hadir mewakili Dandim 1710/Mimika sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanat tertulisnya, Dandim menekankan bahwa kepergian Sertu Arifin merupakan kehilangan besar bagi institusi TNI.
“Kita semua merasa kehilangan, namun kita juga harus bangga. Almarhum gugur sebagai kusuma bangsa dalam tugas mulia. Semoga pengabdian dan pengorbanannya menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Mayor Inf Abdul Munir saat membacakan amanat tersebut.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan iringan tembakan salvo ke udara sebagai bentuk penghormatan militer tertinggi. Puncak keharuan terjadi saat petugas menyerahkan bendera Merah Putih kepada pihak keluarga sebagai simbol penghargaan negara.
Simbol Dedikasi Tanpa Pamrih
Keluarga besar almarhum tampak tegar meski isak tangis tak terbendung saat peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat. Bendera pusaka yang sebelumnya menyelimuti peti jenazah kini menjadi kenang-kenangan abadi bagi keluarga atas jasa Sertu Arifin.
Bagi rekan sejawatnya, Sertu Arifin Cepa adalah figur yang disiplin dan dekat dengan warga binaannya di Kampung Banti 2. Keberaniannya bertugas di garis depan pengamanan wilayah akan selalu dikenang sebagai standar profesionalisme prajurit.
Kini, Sertu Arifin Cepa telah tenang di peristirahatan terakhirnya. Namun, semangat keteladanan tentang pengabdian dan cinta tanah air yang ia tunjukkan akan terus hidup dan menginspirasi rekan-rekan prajurit lainnya di tanah Papua.
*) Penulis: M.NUR



Belum ada komentar