Rendy Kurniawan, Pahlawan Penyelamat Tiga Anak yang Tenggelam di Waduk Menongo Lamongan

Rendy Kurniawan, Pahlawan Penyelamat Tiga Anak yang Tenggelam di Waduk Menongo Lamongan
beritakeadilan.com,

KABUPATEN LAMONGAN,JAWA TIMUR-Tragedi tenggelamnya tiga anak di Waduk Menongo menyisakan duka mendalam bagi seluruh warga Desa Menongo. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 07.00 WIB, dan sontak memicu kepanikan warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan sekaligus membantu proses evakuasi.

Di tengah situasi yang penuh kepanikan tersebut, muncul sosok pelajar pemberani, Rendy Kurniawan, siswa kelas 1 SMKS PGRI Sukodadi. Ia langsung mendatangi lokasi setelah mendengar kabar adanya sejumlah anak yang tenggelam di waduk.

Meski sempat dilarang oleh beberapa warga karena kondisi waduk dinilai berbahaya, Rendy tetap memberanikan diri berenang dan menyelam untuk mencari korban yang saat itu belum ditemukan.

“Waktu itu saya dengar ada anak-anak tenggelam. Saya langsung ke sini. Di kepala cuma kepikiran, kalau masih bisa ditolong ya harus dicari,” ujar Rendy saat ditemui di lokasi kejadian.

Rendy mengaku, dirinya sempat merasa takut karena kondisi air yang cukup keruh dan dalam. Namun ia berusaha tetap tenang saat melakukan penyelaman.

“Airnya jernih, saya menyelam pelan-pelan sambil meraba. Saya fokus saja mencari tubuh korban. Walaupun takut, saya berusaha kuat karena keluarga korban sudah menunggu,” lanjutnya.

Anak dari Mas Ramelan itu akhirnya berhasil menemukan ketiga korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada warga dan aparat setempat sehingga proses evakuasi dapat segera dilakukan.

Salah seorang warga setempat, Sutikno, mengaku terharu sekaligus kagum atas keberanian Rendy.

“Kami tadi sebenarnya melarang karena berbahaya. Tapi dia tetap nekat turun. Jujur saja, kalau tidak ada Rendy, mungkin pencarian akan jauh lebih lama,” ujar Sutikno.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Yuni, yang ikut menyaksikan proses pencarian di tepi waduk.

“Anaknya masih muda, tapi berani dan sangat peduli. Warga di sini benar-benar mengapresiasi apa yang sudah dia lakukan untuk membantu keluarga korban,” ucapnya.

Dalam kesehariannya, Rendy dikenal sebagai sosok yang tenang, mudah bergaul, serta memiliki empati tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Aksi kemanusiaan yang ia lakukan di Waduk Menongo menjadi perbincangan warga dan mendapat apresiasi luas.

“Saya tidak berharap apa-apa. Saya cuma ingin membantu. Semoga keluarga korban diberi ketabahan,” tutup Rendy.

Aksi heroik Rendy Kurniawan menjadi bukti bahwa kepedulian dan keberanian dapat lahir dari siapa saja, bahkan dari seorang pelajar muda, di tengah situasi penuh risiko dan duka.

Belum ada komentar