Perkuat Pilar Negara, Presiden Prabowo Lantik Adies Kadir Jadi Hakim MK dan Juda Agung Sebagai Wamenkeu

Perkuat Pilar Negara, Presiden Prabowo Lantik Adies Kadir Jadi Hakim MK dan Juda Agung Sebagai Wamenkeu
beritakeadilan.com,

JAKARTA PUSAT, DKI JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru dalam sebuah prosesi khidmat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penguatan struktur lembaga yudikatif dan eksekutif dalam Kabinet Merah Putih.

Dalam agenda kenegaraan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto diwakili oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi R. Kehadiran pimpinan tinggi TNI ini menegaskan sinergi institusi pertahanan dalam mendukung setiap proses konstitusional dan stabilitas pemerintahan.

Presiden RI melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 9/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Mahkamah Konstitusi.

Sosok Adies Kadir diharapkan mampu memperkuat integritas Mahkamah Konstitusi sebagai garda terdepan penjaga konstitusi negara, terutama dalam menghadapi dinamika hukum yang kian kompleks di tahun 2026.

Selain sektor yudikatif, Presiden Prabowo juga melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.

Masuknya Juda Agung ke dalam jajaran pimpinan Kementerian Keuangan dipandang sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan kebijakan fiskal dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Kehadiran Jenderal TNI Tandyo Budi R dalam upacara pelantikan ini membawa pesan penting mengenai soliditas antarlembaga negara. TNI berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas nasional guna memastikan kelancaran penyelenggaraan pemerintahan serta keberlanjutan pembangunan nasional.

Sesuai dengan prinsip profesionalisme, TNI memandang bahwa pengisian jabatan-jabatan strategis di lembaga negara merupakan proses krusial yang harus didukung demi terciptanya kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Upacara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo Subianto yang diikuti oleh jajaran tamu undangan terbatas, dengan tetap mengedepankan protokol kenegaraan yang ketat.

Belum ada komentar