Pengetahuan Hukum Bentengi Pemuda Indonesia Dari Jerat Sosial

beritakeadilan.com,

JAKARTA SELATAN, DKI JAKARTA-Di tengah derasnya arus globalisasi dan era digital, pemuda Indonesia menghadapi tantangan besar. Kesalahan kecil dalam pergaulan atau penggunaan media sosial bisa berujung pada masalah hukum serius. Singgih Adi Prabowo, konsultan hukum yang dikenal dengan nama SAP LAW, menegaskan bahwa pengetahuan hukum adalah fondasi utama agar generasi muda tidak terjerumus dalam jerat sosial yang merugikan.

Dalam wawancara eksklusif, SAP LAW menyoroti fenomena meningkatnya kasus pidana remaja. Ia menjelaskan bahwa banyak anak muda tidak memahami batasan hukum dalam aktivitas sehari-hari. “Pengetahuan hukum bukan sekadar tambahan, melainkan benteng utama untuk melindungi diri dan keluarga,” ujarnya tegas.
SAP LAW mencontohkan kasus nyata: seorang remaja yang ikut menyebarkan berita palsu di media sosial. Tanpa sadar, ia melanggar Pasal 28 ayat (2) UU ITE dan terancam hukuman hingga enam tahun penjara. “Kesalahan seperti ini menghancurkan reputasi pribadi, membebani orang tua, dan merusak keharmonisan masyarakat,” tambahnya.

Menurut SAP LAW, pemahaman dasar hukum mencakup:
• Hak dan kewajiban sebagai warga negara.
• Prinsip Undang-Undang Dasar 1945.
• Regulasi sehari-hari seperti UU ITE dan UU Narkotika.

Dengan bekal ini, pemuda lebih selektif dalam memilih pergaulan. Misalnya, pengetahuan tentang Undang-Undang Perlindungan Anak dapat mencegah keterlibatan dalam aktivitas berisiko, mulai dari pesta narkoba hingga transaksi ilegal.

SAP LAW mengaitkan pendapatnya dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan kasus narkoba dan kekerasan di kalangan usia 15–24 tahun. “Hukum bukan musuh, melainkan pelindung. Pemuda yang melek hukum bisa menjadi agen perubahan positif,” tegasnya.

SAP LAW menawarkan tiga langkah komprehensif:
1. Integrasi pelatihan hukum dasar di sekolah dan kampus.
2. Peran orang tua dan masyarakat dalam diskusi terbuka tentang isu hukum.
3. Pemanfaatan platform digital seperti seminar online dan aplikasi edukasi hukum.

LBH CAKRAM Jakarta dan Kantor Hukum DHM & Sekutu siap menjadi mitra dalam program ini, termasuk menyediakan konsultasi gratis bagi pemuda.

Berita ini bukan sekadar nasihat, melainkan panggilan untuk bertindak. Apakah Anda pernah mengalami situasi di mana pengetahuan hukum bisa mencegah masalah? Mari berbagi pengalaman dan bersama membangun generasi sadar hukum demi Indonesia yang lebih adil.

Pendapat hukum dari SAP LAW menegaskan bahwa pengetahuan hukum adalah kunci masa depan pemuda Indonesia. Dengan bekal ini, mereka dapat melangkah percaya diri, menghindari jebakan pergaulan buruk, dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Belum ada komentar