KABUPATEN INDRAMAYU (Beritakeadilan, Jawa Barat) – Panen raya(padi) di wilayah kabupaten Indramayu jawa Barat merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh masarakat petani dan para buruh tani.
Sehingga ketika panen raya tiba maka masarakat di berbagai desa di kabupaten Indramayu menggelar berbagai ritual sebagai bentuk rasa sukur dan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Seperti yang dilakukan oleh masarakat beserta pemerintah desa Bunder kecamatan Widasari. Mereka menggelar doa bersama dalam tradisi Mapag Sri pada Kamis(4/5/2023)di pendopo balaidesa setempat.
Kepala desa Bunder,Dedy Amd kep melalui ketua pelaksana acara Mapag Sri,H Anas Ghozali di sela acara menuturkan kepada awak media SIBER88,pemdes Bunder bersama warga setiap tahunya selalu mengadakan tradisi Mapag Sri,gelaran ini diadakan semenjak dahulu dan sampai saat sekarang akan terus dilaksanakan.
“Kalau panen raya dimulai maka kami akan langsung menggelar acara tradisi Mapag Sri,ini bentuk rasa sukur kami atas nikmat pangan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,”ujar Anas.
Anas pun mengungkapkan,di awal penanaman(penyemaian bibit padi)sempat terserang hama tikus,namun menurutnya pada tahun 2023 ini hasil panen di desa Bunder cukup bagus dan melimpah.
“Alhamdulillah panen raya di desa kami hasilnya cukup bagus,”lanjut H Anas yang juga sebagai bacaleg DPRD kabupaten Indramayu dari partai Golkar(dapil 3).
Kami kata Anas dalam penyelenggaraan tradisi Mapag Sri selalau mengadakan pertunjukan pagelaran wayang kulit,karena menurutnya pentas seni wayang kulit memiliki filosofis yang sangat dalam.
Pagelaran wayang kulit dimulai sejak siang hingga selesai pada dini hari.
(Epul)



Belum ada komentar