Dua Tahun Lalu Laporan Penjualan TN Mandek di Lamongan, Kini Pelapor Kembali Tanya Ke Kejari
KABUPATEN LAMONGAN (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) - Penjualan Tanah Negara (TN) atau tanah oloran hasil sedimentasi di wilayah bibir pantai Weringin, Desa Weru, Kecamatan Paciran kembali dipertanyakan oleh Shofwan Asyhuri perwakilan paguyupan nelayan desa setempat
"Sudah saya sampaikan laporan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan dengan bukti tanda terima tanggal 22 Septemer Obyek yang kami laporkan sesuai data, ada 36 kaveling tanah yang sudah terjual," ujar Shofwan Kepada awak media.Jum.at ( 28/11/2025)
Shofwan mengungkapkan tanah oloran yang sudah di kavling sama Pak Kades, Weru, Syaiful Islam, dengan berkedok sumbangan untuk pemecah ombak (breakwater). Tapi dalam hal ini pihak pembeli itu dijanjikan serta diiming-imingi akan dibuatkan SHM di petok, jadi itu nanti disertifikatkan
Menurutnya, kwitansi tanah kavling di lokasi tersebut diberi harga yang tidak sama ada yang satu juta rupiah hingga sampai satu juta setengah rupiah per meter di sesuaikan dengan kwintansi dan starategi pemasaran kavling tanah.
"Saya berharap kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam perkara atau kasus tanah tersebut Kejaksaan Negeri Lamongan jangan diam harus benar - benar menegakkan supermasi hukum yang ada,"keluhnya
Lebih lanjut dia menambahkan sebelumnya Kepala Desa Weru, Syaiful Islam, menyampaikan terkait hasil rapat sosialisasi pengolahan aset Desa Weru, tertanggal 21 November 2022 di balai Desa Weru.dari laporan total perincian tangal ( 05/06/2023) total saldo mencapai Rp.11.800.000
Selain itu kata dia rekapitulasi sumbangan Breakwater desa Weru, tertanggal 05 Juli 2023 yang menjelaskan beberapa rincian diantaranya tanah barat terdiri dari 19 orang, dengan total Rp. 1.107.500.000,-. Lalu tanah timur terdiri dari 6 orang dengan total Rp. 455.500.000″-, dan tanah timur Masjid terdiri dari 10 orang dengan total Rp. 960.000.000,-.
"Laporan terakhir pengeluaran operasional, antara lain bedol sambung untuk 9 orang dengan total saldo akhir Rp. 20.000.000,- dan sumbangan operasional terdiri 9 kegunaan dengan total saldo akhir sebesar Rp. 306.132.000," tandasnya
(Edi)