Tangisan Orang Tua Pelaku Konvoi Pecah, Tak Tega Lihat Anaknya Diamankan Polres Lamongan

oleh : -
Tangisan Orang Tua Pelaku Konvoi Pecah, Tak Tega Lihat Anaknya Diamankan Polres Lamongan
Foto: orang tua para pelaku konvoi terlihat menangis saat mendapat pembinaan dari Kasat Binmas Polres Lamongan, Kamis (29/2).
banner 970x250

LAMONGAN (Beritakeadilan, Jawa Timur) - para pelaku aksi konvoi salah satu perguruan silat yang tengah diamankan di Polres Lamongan mendapatkan pembinaan serta edukasi dari Kasat Binmas Polres Lamongan, Kamis (29/2).

Ratusan pendekar silat tersebut tampak didampingi oleh orang tuanya masing – masing. Tujuan pembinaan itu untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dan pelaku agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Tidak sedikit orang tua pelaku konvoi salah satu perguruan silat utamanya adalah ibu – ibu banyak yang menangis histeris saat melihat anaknya dibawa serta diamankan di Polres Lamongan.

Kasat Binmas Polres Lamongan AKP Turkhan Badri, SH mewanti – wanti agar orang tua lebih memperhatikan anak-anaknya untuk menghindari pergaulan yang tidak sehat serta kegiatan yang tidak memberikan manfaat.

“Kami mengimbau kepada orang tua para pelaku konvoi agar lebih perhatian kepada anak-anaknya. Hindari pergaulan yang dapat merugikan mereka,” ujar AKP Turkhan Badri didampingi Kasi Humas Polres Lamongan Ipda Andi Nur Cahya.

Menurut dia, jangan sampai anak-anak terlibat dalam kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Ia juga meminta hendaknya orang tua mencari keberadaan anak jika belum pulang di atas pukul 22.00 WIB, guna mencegah menjadi korban atau pelaku tindak pidana.

“Kami berharap semuanya ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang tua agar tidak kehilangan kendali terhadap anak-anaknya. Kesadaran akan pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan ketertiban dalam masyarakat,” ucapnya.

AKP Turkhan menjelaskan, pelaku konvoi yang mayoritas menggunakan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi surat-surat yang sah dan knalpot brong, akan dijerat dengan UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (UULAJ) No. 22 tahun 2009. Sedangkan para pelaku yang kedapatan membawa senjata tajam akan dijerat dengan UU Darurat No. 12 tahun 1951.

Bagi pelaku konvoi, lanjut dia, hal itu bisa menjadi peringatan untuk tidak melanggar aturan lalu lintas dan menghindari penggunaan senjata tajam. Kasat Binmas juga meminta pelaku konvoi memohon maaf kepada orang tuanya dan berjanji agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

“Aksi konvoi perguruan silat hingga insiden tawuran itu semoga tidak terjadi lagi di wilayah Lamongan. Dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” tandasnya. 

(Edi)

banner 400x130
banner 728x90