Dukung Swasembada Jagung, Di Lamongan, Luncurkan Benih NK212 s Pendekar Sakti

oleh : -
Dukung Swasembada Jagung, Di Lamongan, Luncurkan Benih NK212 s Pendekar Sakti
Foto: Peluncuran benih jagung NK Pendekar Sakti produksi PT. Syngenta Indonesia di Stadion Gelora Bukit Kopen Desa Banyubang.( 27/2)
banner 970x250

LAMONGAN (Beritakeadilan, Jawa Timur) - Indonesia targetkan swasembada jagung. Target produksi tahun 2024 ini sebesar 20 juta ton, sementara realisasi produksi tahun lalu sebesar 16 juta ton. Kebutuhan pakan ternak di Indonesia sebesar 18 juta ton per tahun, sangat memungkinkan Indonesia tidak perlu impor jagung.

Demikian dikatakan  Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Yadi Sofyan Noor  didampingi  Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia Sholahudin disela peluncuran benih jagung  NK Pendekar Sakti produksi  PT. Syngenta Indonesia di Stadion Gelora Bukit Kopen Desa Banyubang Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan Selasa (27/2/24).

Yadi Sofyan Noor menambahkan optimistis target itu bisa tercapai didukung dengan benih kualitas unggul dan dukungan pemerintah dalam hal sarana produksi. Selama ini teknologi serapan sarana produksi seperti pupuk, alat pertanian dan alat panen sudah memadai meski masih perlu ditingkatkan.

“Yang sangat perlu mencapai swasembada jagung yakni pad apola distribusi dan manajemen stok. Seharusnya pemerintah harus hadir sebagaimana mengelola gabah, dimana peran serta bulog sangat sangat besar. Sementara jagung tidak ada pola seperti itu,” jelasnya.

Kenyataan tersebut dibenarkan oleh Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia Sholahudin sudah saatnya pemerintah iikut hadir dalam rangak swasembada jagung. Kalau dulu ada resi gudang, dimana ada manajemen stok, namun petani tidak bisa memenuhi standarisasi yang ditetapkan.

“Kapasitas daya simpan hanya 3 bulan, sementara bulan berikutnya kalau tidak dikelola bisa rusak jagung. Target produksi Jatim sendiri 8 juta ton dan Industri pakan 70 persen ada di Jatim. Peluang besar bagi petani jagung untuk memacu produksinya.”

Sementara itu Presiden Direktur Syngenta Indonesia Kazim Hasnain menyatakan “Syngenta Indonesia mendukung Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian dengan berupaya menjamin kemandirian pangan, kesejahteraan pedesaan dan efisiensi tenaga kerja di bidang pertanian.

"Kami senang dapat berperan dengan memperkenalkan benih jagung bioteknologi,” kata Kazim Hasnain saat Grand Launching Benih Jagung Bioteknologi di Lamongan, Selasa (27/2).

Ia, menjelaskan NK Pendekar Sakti  Varietas yang sudah dinanti-nanti oleh petani ini toleran terhadap Herbisida Glifosat dan sekaligus tahan terhadap Ulat Penggerek Batang (Asian Corn Borer/Ostrinia furnacalis).

Dengan keunggulan ganda tersebut, petani mendapatkan tiga manfaat sekaligus. Pertama, mudah dalam merawat tanaman dari Gulma dan Serangan Hama penggerak Batang. Kedua, murah dalam biaya usaha tani, karena lebih sedikit menggunakan pestisida dan juga biaya tenaga kerja.

Ketiga, meningkatkan hasil karena kehilangan hasil dari kompetisi nutrisi antara gulma dan jagung serta kerusakan dan penurunan hasil panen akibat serangan hama penggerek batang dapat dihindari secara bersamaan.

Terpisah Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat peluncuran produk benih jagung tersebut, ia berharap benih jagung varietas NK 212s Pendekar Sakti ini bisa sesukses pedagang Sari Laut di Kelapa Gading Jakarta yang mengambil nama 212 Wiro Sableng.

Pak Yes mengutarakan, Lamongan menjadi indikator ketahanan pangan nasional, tidak hanya dari padi, tetapi juga jagung. Dimana, poduktivitas jagung Lamongan lebih dari 500 ton setiap tahun, sehingga masuk lima besar di Provinsi Jawa Timur dan menjadi bagian penting untuk menyuplai jagung nasional.

“menurutnya dengan diluncurkannya benih jagung varietas NK 212s Pendekar Sakti ini, menjadi kebanggaan bersama karena diluncurkan di Lamongan untuk Indonesia,” pungksnya.

(Edi)

 

banner 400x130
banner 728x90