Danrem 052/Wkr, Dampingi dan Pengamanan Waskita Presiden RI Dalam Perayaan Puncak Hari Pers Nasional ke-70

oleh : -
Danrem 052/Wkr, Dampingi dan Pengamanan Waskita Presiden RI Dalam Perayaan Puncak Hari Pers Nasional ke-70
banner 970x250

TANGERANG (Beritakeadilan, Banten) - Bertempat di Ecovention Hall Ecopark Taman Impian Jaya Ancol Kel. Ancol Kec. Pademangan Kota Adm. Jakarta Utara, Danrem 052/Wkr, Brigjen TNI Putranto Gatot SH,S.Sos.,M.M. mendampingi sekaligus Pengamanan Waskita dalam rangka Presiden RI Ir. H. Joko Widodo Menghadiri Undangan perayaan Puncak Peringatan Hari Pers Nasional ke - 70 .Selasa ( 20/2/2023)

Dalam sambutannya Presiden RI, menyampaikan saya ingin menjawab keluhan Pak Hendri tadi mengenai Gedung Pancasila yang ada di kota Jogjakarta paling lambat minggu depan sudah dicek di lapangan.Semuanya akan dibangun oleh Kementerian PU. Saya belum tahu habisnya berapa tapi sudah saya sanggupi dan segera akan dibangun sama pemerintah.

"Saya menyampaikan selamat Hari Pers Nasional 2024.Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Insan Pers yang secara konsisten menemani masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi dan juga berterima kasih kepada pers yang turut mensukseskan Pemilu 2024 yang baru saja kita jalani."

"Saya juga sering dikritik tajam, ada yang komplain, tapi ini adalah bagian dari Penghormatan saya atas kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan kebebasan berpendapat" Ungkap Presiden.

"Pemerintah menyadari berbagai tantangan yang dihadapi oleh Insan pers di era digital, oleh karena itu Pemerintah berupaya untuk dan terus berupaya untuk mendukung ekosistem pers yang adaptif dengan tetap menghormati kebebasan pers"

"Seperti yang sudah saya sampaikan pada peringatan Hari Pers Nasional tahun lalu, jurnalisme berkualitas dan keberlanjutan, industri media konvensional menjadi perhatian penting pemerintah dan ini yang di nanti-nanti setelah sekian lama setelah melalui perdebatan panjang akhirnya kemarin saya menandatangani Peraturan Presiden tentang tanggung jawab Platform Digital untuk mendukung secara resmi berkualitas atau yang kita kenal sebagai Perpres Publisher Lain "

"Prosesnya memang sangat panjang banyak perbedaan pendapat dan saya tahu ini melelahkan bagi banyak pihak, sulit sekali menemukan titik temu dan sebelum menandatangani saya juga betul-betul mendengarkan aspirasi dari rekan-rekan pers"

"Tentang semangat awal dari Perpres ini kita ingin jurnalisme berkualitas, Jurnalisme yang jauh dari konten-konten negatif, Jurnalisme yang mengedukasi untuk kemajuan indonesia.Kita juga ingin memastikan keberlanjutan industri media nasional, kita ingin kerja sama yang lebih adil antara Perusahaan Pers dan Platform Digital.Ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengurangi kebebasan pers saya tegaskan bahwa publish lahir dari keinginan dan inisiatif insan pers, pemerintah tidak sedang mengatur - mengatur hubungan bisnis antara perusahaan pers dan platform digital."

Presiden mengingatkan kembali tentang implementasi perpres, kita masih harus mengantisipasi resiko-resiko yang mungkin terjadi terutama selama masa transisi, implementasi Perpres ini baik itu Perpres dari platform digital dan respon dari masyarakat pengguna layanan terhadap perusahaan pers yang saya tahu sedang menghadapi masa-masa sulit.

" Di era digital ini pemerintah juga tidak tinggal diam dan terus mencari solusi dan juga kebijakan alternatif untuk perusahaan pers di dalam negeri"

"Presiden juga meminta menkominfo agar prioritaskan belanja iklan pemerintah untuk perusahaan pers ini, berkali-kali saya sampaikan minimal untuk bantalan jangka pendek. Memang ini tidak menyelesaikan masalah secara keseluruhan perusahaan pers yang kita semua tetap harus memikirkan bagaimana menghadapi transformasi digital ini.

"Kepada rekan-rekan kreator konten yang kabarnya khawatir terhadap perpres ini saya sampaikan bahwa perpres ini tidak berlaku untuk kreator konten, silahkan dilanjutkan kerjasama yang selama ini sudah berjalan dengan platform digital silahkan lanjut terus kalau memang ada masalah"

Presiden juga menitip dua pesan :
- Pertama pers harus tetap menjadi salah satu pilar penjaga demokrasi, pers harus menjadi rumah bersama untuk menjernihkan informasi, beritakanlah fakta-fakta apa adanya tapi bukan mengada-ada bukan asumsi-asumsi bukan seolah-olah.
- Kedua saya sangat berharap perusahaan pers dapat memikirkan langkah langkah konkret dan strategis terus melakukan inovasi agar ada tips dalam merespon perubahan zaman mampu berdiri tegak secara mandiri di tengah gempuran persaingan global.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua MPR RI (Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.B.A.),Menteri Sekretariat Kabinet RI (Bpk. Pramono Anung),Menteri Komunikasi dan Informatik RI (Bpk. Budi Arie Setiadi), Menko Perekonomian RI (Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T.), Plt. Menko Polhukam RI / Mendagri RI (Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D.) ,Panglima TNI (Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si.), Kapolri (Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.), Wamen BUMN (Bpk. Kartika Wirjoatmodjo), Wamenlu RI (Bpk. Pahala Mansuri), Ketua PWI Pusat (Bpk. Hendri C.H. Bangun) ,Ketua Dewan Pers (Dr. Ninik Rahayu), PJ Gubernur DKI Jakarta (Bpk. Heru Budi Hartono), PJ Gubernur Jawa Tengah (Bpk. Nana Sudjana) Pangdam Jaya (Mayor Jenderal TNI Mohamad Hasan, S.H.), Kapolda Metro Jaya (Irjen Pol Karyoto, S.I.K., M.H)

(M.Nur, Sumber penrem52)


.

banner 400x130
banner 728x90