KOTA DENPASAR, BALI-Peredaran narkoba kembali menjadi sorotan publik setelah tim Mabes Polri melakukan penggerebekan di dua lokasi hiburan malam besar di Kota Denpasar, Bali. Operasi yang berlangsung Kamis (2/4/2026) dini hari ini menyasar Living Cafe di Jalan Gunung Salak, Denpasar Barat, serta Delona Cafe di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan.
Menariknya, operasi dilakukan tanpa melibatkan aparat kepolisian setempat, baik Polsek maupun Polda Bali. Langkah ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan pemerhati hukum.
Penggerebekan pertama berlangsung sekitar pukul 00.10 Wita di Living Cafe, Jalan Gunung Salak, Denpasar Barat. Petugas Mabes Polri mengamankan manajer, sejumlah waitres, serta beberapa pengunjung. Dari lokasi tersebut, polisi menyita ribuan butir ekstasi yang diduga siap edar.
Seorang petugas di lokasi menyebutkan, jumlah pasti barang bukti dan orang yang diamankan belum diketahui karena seluruh proses langsung ditangani Mabes Polri.
Tak lama setelah operasi di Living Cafe, tim Mabes Polri bergerak ke Delona Cafe di Jl. Taman Pancing, Pemogan, Denpasar Selatan. Di lokasi ini, polisi mengamankan lima orang yang terdiri dari manajer, waitres, dan pengunjung. Sejumlah barang bukti terkait narkotika juga ditemukan.
Informasi di lapangan menyebutkan kedua kafe tersebut diduga berada dalam jaringan bandar narkoba yang sama. Bandar ini disebut sebagai residivis kasus narkoba yang baru bebas beberapa waktu lalu.
Sumber internal menyebutkan, Living Cafe dan Delona Cafe dikendalikan oleh satu bandar besar yang beroperasi di balik layar. Ia menggunakan kaki tangan dengan melibatkan orang dalam di kedua tempat hiburan malam tersebut.
“Living dan Delona ini satu bandar besar. Keren Bareskrim Polri, sikat habis narkoba di Bali. Tapi bagaimana dengan Polda Bali yang kecolongan beruntun,” ujar seorang sumber.
Kedua lokasi hiburan malam ini disebut telah lama masuk Target Operasi (TO) Mabes Polri. Delona Cafe bahkan memiliki catatan kasus narkotika sebelumnya. Setahun lalu, seorang oknum anggota Polres Gianyar diamankan setelah hasil tes urinenya positif narkoba saat berada di lokasi tersebut. “Sudah jadi TO Mabes. Anggota Mabes beberapa hari ini nyamar sebagai tamu, pesan barang, bayar, lalu ditangkap. Keterlibatan orang dalam jelas terlihat, mulai dari waitres, kasir, hingga manajer,” ungkap sumber lain.
Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda Bali Kombes Arisandy belum memberikan respons resmi terkait penggerebekan tersebut. Belum diketahui apakah operasi Mabes Polri ini telah dikoordinasikan dengan Polda Bali.
Selain itu, belum ada keterangan resmi mengenai lokasi penahanan para pihak yang diamankan, apakah berada di Polda Bali atau langsung dibawa ke Mabes Polri.
Penggerebekan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai koordinasi antar aparat penegak hukum. Publik bertanya-tanya mengapa Mabes Polri bergerak sendiri tanpa melibatkan kepolisian daerah. Kasus ini juga membuka kembali diskusi tentang efektivitas pengawasan tempat hiburan malam di Bali, serta potensi keterlibatan oknum aparat dalam jaringan peredaran narkoba.

Belum ada komentar