Kota Lengo, Tapi Klenga-Klengo: Sindiran Jalanan Menyentil Bojonegoro

Sepanduk misterius yang ada disalah satu jalan protokol yang ada di kota Bojonegoro
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Sebuah spanduk putih tiba-tiba muncul di pagar bangunan di salah satu jalan protokol Bojonegoro, Sabtu (4/4/2026). Tulisannya singkat, tapi terasa menohok: “KOTA LENGO TAPI KLENGA KLENGO.”

Tanpa nama. Tanpa penjelasan. Tapi justru karena itu, pesannya terasa lebih berani.

“Lengo” selama ini identik dengan Bojonegoro sebagai daerah penghasil minyak. Sumber daya melimpah, potensi besar. Namun kata “klenga-klengo” seperti menyiratkan kondisi sebaliknya bingung, tidak jelas arah, seolah berjalan tanpa kepastian.

Kalimat itu seperti menyederhanakan satu kegelisahan: daerah kaya, tapi belum sepenuhnya terasa dampaknya.

Seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya saat berhenti sejenak dan di temui awak media, ia mengaku penasaran dengan tulisan dispanduk tersebut.

“Saya tertarik dengan tulisan itu. Cuman saya sendiri juga tidak tahu siapa yang memasang. Kebetulan lewat, ya berhenti untuk melihat,” katanya.

Spanduk ini mungkin hanya selembar kain. Tapi pesannya lebih dari itu. Ia seperti suara yang biasanya tidak terdengar, muncul di ruang terbuka, tanpa perlu izin.

Tidak ada tuduhan langsung. Tidak ada nama yang disasar. Tapi sindirannya jelas: ada yang belum beres.

Kini tinggal bagaimana responsnya. Apakah dianggap sekadar coretan liar yang akan segera dicopot, atau dibaca sebagai tanda bahwa ada kegelisahan yang mulai berani muncul ke permukaan.

Belum ada komentar