JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA–Kodam Jaya melakukan langkah konkret dalam mengatasi ancaman pencemaran lingkungan di wilayah perkotaan. Bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta, mereka berhasil menghimpun sebanyak 5.598,2 kilogram limbah elektronik (e-waste), Senin (16/02/2026).
Inisiatif Strategis Jaga Jayakarta Jaga Bumi
Aksi pengumpulan ini merupakan bagian inti dari program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”. Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi mencetuskan inisiatif ini untuk memperluas makna pengamanan wilayah. Menurutnya, prajurit tidak hanya menjaga teritorial, tetapi juga wajib menjaga keberlanjutan ekosistem lingkungan hidup.
Seluruh jajaran Satkowil dan Sat Non Kowil Kodam Jaya bergerak secara terstruktur dalam proses pengumpulan ini. Selain itu, Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya turut berperan aktif menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat sekitar. Mereka memastikan limbah elektronik masuk ke jalur pengelolaan resmi agar tidak mencemari tanah.
Capaian Tertinggi Satuan Jajaran Kodam
Data menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari berbagai satuan di bawah naungan Kodam Jaya. Dua satuan berhasil mencatatkan angka pengumpulan limbah tertinggi, antara lain:
- Kodim 0510/Tigaraksa: Berhasil mengumpulkan 1.225 kilogram.
- Yonkav 9/Satya Dharma Kala: Menghimpun sebanyak 207,5 kilogram.
Total limbah yang mencapai lebih dari 5,5 ton tersebut kini telah diserahkan sepenuhnya kepada DLH DKI Jakarta. Petugas akan memproses limbah berbahaya dan beracun (B3) ini menggunakan mekanisme standar internasional.
Bahaya Limbah dan Manfaat Daur Ulang
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi unik ini. Beliau menekankan bahwa limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Jika dibuang sembarangan, zat tersebut akan merusak kesehatan manusia dan kualitas air tanah.
Namun, melalui pengolahan resmi, komponen elektronik ini justru memiliki nilai ekonomis. Tim ahli dapat memilah dan memanfaatkan kembali material seperti tembaga, aluminium, bahkan emas dari papan sirkuit.
Pangdam Jaya menegaskan bahwa menjaga tanah dan air adalah tanggung jawab kolektif. Beliau berharap gerakan ini memastikan limbah elektronik tidak menjadi beban berat bagi generasi mendatang. Melalui sinergi ini, harapan untuk Jakarta yang lebih bersih bukan lagi sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang sedang berjalan.



Belum ada komentar