SURABAYA, JAWA TIMUR – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam pengembangan Pusat Studi Perang Drone. Agenda ini diadakan dalam rangkaian kunjungan kehormatan jajaran AAL yang digelar di Ruang Rektor ITS, Gedung Rektorat ITS, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi pertahanan nasional.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD menyampaikan bahwa kunjungan dari AAL membuka peluang besar untuk kolaborasi di bidang teknologi drone, yang menjadi salah satu fokus utama ITS. “Apalagi ITS memiliki banyak dosen dan tenaga ahli yang berkompeten dalam dunia drone,” ungkap Bambang. Menurutnya, ITS tidak hanya memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, tetapi juga fasilitas yang mendukung pengembangan teknologi, seperti laboratorium robotika dan otomotif.
Sekretaris Lembaga (Seklem) AAL, Laksamana Pertama TNI Dr Asep Iwa Soemantri SE MM MTrOpsla, menekankan pentingnya pengembangan teknologi drone, terutama dalam sektor perlindungan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan drone dalam perlindungan sangat efisien dan dapat diterapkan juga di berbagai sektor lain, seperti pertanian. “Sektor-sektor lain seperti pertanian juga memerlukan drone,” jelas Iwa.
Menurut Iwa, pemilihan ITS untuk kerja sama ini didasarkan pada reputasi ITS yang kuat di bidang teknologi, serta kedekatan lokasi antara ITS dan AAL yang memudahkan koordinasi ke depannya. “Kita berharap pengembangan teknologi melalui kerja sama ini dapat memajukan teknologi militer Indonesia,” ujarnya.
Usai melakukan diskusi, Iwa juga memberikan kuliah tamu di depan mahasiswa Departemen Teknologi Informasi ITS di Auditorium Tower 2 ITS. Kuliah tamu ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dalam diri para calon pemimpin masa depan.
Kolaborasi antara ITS dan AAL dalam pengembangan teknologi drone ini juga mendukung komitmen ITS terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta poin ke-17 tentang Kemitraan untuk menyoroti Tujuan. Dengan demikian, langkah ini tidak hanya menguntungkan ekosistem dunia, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan industri dan pendidikan berkualitas di Indonesia.

Belum ada komentar