Kemenag Tuban Luncurkan Pro Berkah

Foto: Momen Umi Kulsum berbagi di bulan suci Ramadhan
beritakeadilan.com,

KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban secara resmi meluncurkan Program Pro Berkah (Program Berjamaah, Kultum, Baca Al-Qur’an, dan Hidup Berbagi) sebagai instrumen penguatan pembinaan keagamaan sekaligus peningkatan kepedulian sosial masyarakat berbasis masjid.

Program tersebut disalurkan pada empat masjid binaan Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan. Peluncuran kegiatan dipusatkan di Masjid At-Taubah Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, pada hari Kamis (26/2/2026).

Berdasarkan pelaksanaan di lapangan, Pro Berkah dirancang tidak hanya sebagai program penyaluran bantuan sosial, tetapi sebagai model pembinaan keagamaan terpadu yang meliputi pelaksanaan salat berjamaah, penyampaian kultum, pembiasaan membaca Al-Qur’an, serta kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan warga Dusun Wonorejo menerima bingkisan Ramadan dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Kemenag Tuban. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, kepada anak yatim, kaum dhuafa, dan jemaah salat Dzuhur.

Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimca Semanding, pejabat struktural Kemenag Tuban, Kepala KUA Semanding, perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Semanding, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Desa Gesing.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, menegaskan bahwa Program Pro Berkah merupakan bentuk intervensi pembinaan berkelanjutan yang diarahkan untuk memperkuat karakter keagamaan masyarakat, khususnya di wilayah eks lokalisasi.

“Di Kabupaten Tuban terdapat lebih dari 1.000 masjid dan belum semuanya dapat dijangkau secara maksimal oleh Kementerian Agama. Oleh karena itu, melalui Program Pro Berkah ini kami memperkuat kolaborasi agar pembinaan keagamaan tetap berjalan secara merata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa sumber bantuan sosial dalam kegiatan tersebut berasal dari partisipasi internal ASN Kemenag Tuban.

“Bingkisan Ramadan ini berasal dari zakat profesi ASN Kemenag Tuban. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi yang terpenting adalah keikhlasan dan semangat berbagi untuk mengharap rida Allah di bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Menurut Umi Kulsum, bulan Ramadan harus dimaknai sebagai momentum institusional untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat solidaritas sosial, serta memperluas kepedulian terhadap kelompok rentan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Camat Semanding, Cipta Dwi Priyata, mengapresiasi pelaksanaan pembinaan keagamaan yang diinisiasi Kemenag Tuban melalui KUA Semanding.

“Kami mengapresiasi langkah Kemenag Tuban melalui KUA Semanding. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat di wilayah kami,” ungkapnya.

Melalui implementasi Program Pro Berkah, Kemenag Tuban menargetkan terwujudnya penguatan ukhuwah, peningkatan kualitas keimanan, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk berbagi dan peduli sebagai bagian dari pembangunan masyarakat religius dan inklusif.

Belum ada komentar