KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban resmi membuka Jambore Literasi dan Moderasi Beragama (JAMLIMA) 2026. Acara bertema “Membaca Dunia dan Rawat Harmoni untuk Indonesia” ini berlangsung meriah di Mangrove Center, Kecamatan Jenu, Sabtu (14/2/2026).
Sebanyak 920 siswa-siswi lintas agama dari jenjang MI hingga SMA sederajat berkumpul untuk mengikuti agenda tahunan ini. Ragam seni seperti tari tradisional hingga barongsai turut memeriahkan suasana pembukaan yang penuh dengan semangat keberagaman.
Bangun Kerja Sama Melalui Literasi Menyenangkan
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim, Sugiyo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sarana strategis untuk meningkatkan literasi pelajar. Menurutnya, pemahaman literasi antarumat beragama sangat penting dalam memperkuat kerukunan nasional.
“Kami mengemas kegiatan ini secara menyenangkan agar pelajar dapat bekerja sama dengan baik,” ujar Sugiyo. Ia menambahkan bahwa masyarakat yang hidup rukun menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan daerah maupun nasional di masa depan.
Perkuat Persaudaraan Tanpa Memandang Latar Belakang
Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, menjelaskan bahwa JAMLIMA merupakan program inklusif yang terbuka bagi semua agama. Program ini bertujuan memperkuat ukhuwah basyariyah atau persaudaraan sesama manusia tanpa adanya sekat perbedaan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa perbedaan adalah kekuatan, bukan penghalang untuk hidup rukun,” tegas Umi Kulsum. Oleh karena itu, pihaknya terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan nilai-nilai toleransi tertanam sejak dini di sekolah umum maupun madrasah.
Inovasi Kompetisi Literasi Berbasis Toleransi
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya berkemah, tetapi juga mengikuti berbagai kompetisi intelektual. Lomba yang digelar meliputi penulisan puisi, esai, hingga karya tulis ilmiah yang semuanya mengusung tema besar tentang toleransi.
Inovasi ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter moderat. Melalui JAMLIMA 2026, Kemenag Tuban optimistis semangat persatuan di Bumi Wali akan semakin kokoh dan menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya.



Belum ada komentar