Kasum TNI Kerahkan 23.491 Prajurit, Percepat Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera

Kasum TNI Kerahkan 23.491 Prajurit, Percepat Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera
beritakeadilan.com,

JAKARTA PUSAT, DKI JAKARTA–TNI memperkuat komitmennya dalam memulihkan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Tampubolon, menegaskan bahwa ribuan personel telah diterjunkan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam konferensi pers di Kementerian Dalam Negeri, Rabu (11/02/2026), Letjen Richard memaparkan skala pelibatan personel yang mencapai puluhan ribu orang. Strategi ini bertujuan untuk memastikan infrastruktur vital dan hunian warga segera berfungsi kembali.

Gelar Pasukan di Titik Prioritas
Letjen Richard menjelaskan bahwa kekuatan TNI saat ini terfokus pada titik-titik paling terdampak. Sinergi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah terus dioptimalkan guna menembus hambatan di lapangan.

“Gelar personel TNI yang kami libatkan di tiga provinsi berjumlah 23.491 orang. Mereka tersebar di seluruh wilayah bencana pada titik-titik prioritas,” ujar Kasum TNI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Progres Pembangunan Ribuan Hunian (Huntara & Huntap)
Fokus utama pembangunan saat ini tertuju pada penyediaan tempat tinggal bagi warga yang kehilangan rumah. TNI bersama kementerian lembaga menargetkan pembangunan 12.896 unit Hunian Sementara (Huntara).

Berikut adalah rincian progres pembangunan hunian oleh TNI:

  • Sumatera Barat: Dari 445 unit Huntara, TNI mengerjakan 351 unit. Banyak lokasi, termasuk di Pesisir Selatan, telah mencapai progres signifikan antara 40 hingga 100 persen.
  • Aceh: Direncanakan 11.400 unit Huntara. TNI bertanggung jawab atas 645 unit, dengan progres di Aceh Tamiang dan Aceh Utara sudah menyentuh angka 98 hingga 100 persen.
  • Sumatera Utara: TNI mengerjakan 320 unit Huntara dari total target provinsi. Salah satunya di Tapanuli Selatan yang kini mencapai progres 37 persen.
  • Selain Huntara, TNI juga menggenjot pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Di Sumatera Barat, proyek di Kota Padang hampir tuntas dengan progres mencapai 95 hingga 100 persen.

Memulihkan Konektivitas Lewat Jembatan Strategis
Konektivitas antarwilayah menjadi kunci pemulihan ekonomi pascabencana. Oleh karena itu, pembangunan jembatan gantung, Bailey, dan Aramco menjadi prioritas utama tim di lapangan.

Jenis Jembatan Total Target Progres Menonjol
Jembatan Bailey 44 Unit 39 Unit Selesai (Mayoritas di Aceh & Sumbar)
Jembatan Aramco 72 Unit 46 Unit Selesai (Aceh menyumbang 33 unit)
Jembatan Gantung 37 Unit 10 Unit Selesai, 27 Unit dalam Proses

Kementerian Pertahanan turut memberikan dukungan tambahan dengan membangun 13 jembatan, di mana sebagian besar saat ini sedang dalam tahap uji fungsi dan pengiriman.

Komitmen Penuh Personel dan Alutsista
Menutup penjelasannya, Letjen Richard Tampubolon memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh prajurit yang bekerja siang dan malam di lokasi bencana. Ia memastikan pengerahan alutsista TNI akan terus berlanjut secara maksimal hingga seluruh target pemulihan tercapai.

“Terima kasih kepada seluruh prajurit TNI yang telah melakukan tugas terbaiknya. Kami tetap berkomitmen mendukung percepatan pemulihan melalui pengerahan segala sumber daya yang ada,” pungkasnya.

*) Penulis: M.NUR

Belum ada komentar