Kapolrestabes Surabaya Gelar Buka Puasa Bersama Tahanan, Tegaskan Pendekatan Humanis Polri

Foto: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan saat buka puasa bersama tahanan di Rutan Polrestabes Surabaya dalam momentum Ramadan 2026.
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR – Nuansa kebersamaan dan sentuhan kemanusiaan mewarnai Rumah Tahanan Polrestabes Surabaya saat Kapolrestabes Surabaya Luthfi Sulistiawan menggelar buka puasa bersama para tahanan, Sabtu (21/02/2026). Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan moral sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap warga binaan yang tengah menjalani proses hukum.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang berbagi hidangan berbuka, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang nilai kemanusiaan dalam sistem penegakan hukum. Kehadiran langsung pimpinan kepolisian di tengah para tahanan menciptakan suasana hangat yang sarat makna refleksi dan harapan.

Foto: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan saat buka puasa bersama tahanan di Rutan Polrestabes Surabaya dalam momentum Ramadan 2026.
Foto: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan saat buka puasa bersama tahanan di Rutan Polrestabes Surabaya dalam momentum Ramadan 2026.

Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa pembinaan terhadap tahanan harus berjalan seiring dengan proses hukum yang berlaku. Pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam tugas kepolisian, agar proses penegakan hukum tidak menghilangkan sisi empati dan tanggung jawab sosial.

“Kegiatan buka puasa bersama ini juga memberikan ketenangan batin bagi para tahanan. Kehadiran langsung pimpinan kepolisian di tengah mereka menjadi simbol perhatian dan dukungan moral agar tetap menjalani proses hukum dengan penuh kesabaran,” ujarnya.

Menurutnya, setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi dan menata kembali masa depan agar lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat.

Kebersamaan dalam suasana religius tersebut diharapkan mampu menumbuhkan optimisme dan motivasi baru bagi para tahanan. Pembinaan moral yang konsisten diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan perubahan perilaku yang berdampak jangka panjang.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polrestabes Surabaya dalam membangun institusi yang profesional, modern, dan terpercaya. Penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada aspek yuridis, tetapi juga menyentuh sisi sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari pelayanan publik.

Melalui kegiatan Ramadan ini, kepolisian ingin menunjukkan bahwa pembinaan terhadap tahanan merupakan investasi keamanan jangka panjang. Perubahan individu yang lebih baik diyakini akan berdampak positif terhadap kehidupan sosial ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

Belum ada komentar