ITS Jemput Langsung Maba KIP-K dari Tulungagung: Komitmen Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Sekat

ITS Jemput Langsung Maba KIP-K dari Tulungagung: Komitmen Wujudkan Akses Pendidikan Tanpa Sekat
beritakeadilan.com,

SURABAYA (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) – Komitmen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi tanpa hambatan ekonomi kembali dibuktikan. Kali ini, ITS menjemput langsung calon mahasiswa baru (maba) penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Langkah ini tak sekadar simbolis. Penjemputan langsung tersebut merupakan bentuk nyata dukungan ITS terhadap generasi muda yang memiliki semangat tinggi mengejar pendidikan, meskipun dibayangi keterbatasan ekonomi dan akses informasi.

Kepala Departemen Teknologi Informasi ITS, Dr. techn. Ir. Raden Venantius Hari Ginardi, M.Sc., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk penghargaan kepada mereka yang berjuang meraih pendidikan tinggi dalam keterbatasan.

“Semangat dan tekad seperti inilah yang patut dihargai,” tegas Hari.

Calon mahasiswa yang dijemput adalah Maitasya Rohmatul Ula, satu-satunya penerima KIP-K di Departemen Teknologi Informasi ITS yang lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini. Putri dari pasangan Suraji, seorang petani, dan Anis Farida, ibu rumah tangga, ini berhasil menunjukkan kegigihannya sejak awal pendaftaran.

Saat ditemui di rumahnya, Maitasya mengungkapkan tekadnya untuk melanjutkan kuliah tanpa membebani kondisi keuangan orang tua.

“Saya ingin melanjutkan kuliah, tetapi kondisi ekonomi orang tua tidak mendukung, jadi saya berusaha mencari jalan sendiri,” ucap sulung dari tiga bersaudara itu.

Ia bercerita, tantangan utama yang dihadapi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga keterbatasan akses informasi di daerah tempat tinggalnya. Proses pengumpulan dokumen hingga informasi pendaftaran tidak selalu mudah dijangkau. Namun, dorongan dari keluarga dan guru menjadi bahan bakar semangatnya.

“Meski begitu, saya tetap semangat karena guru dan keluarga yang selalu memberi dorongan untuk tetap maju,” lanjutnya.

Hingga kini, keluarga Maitasya masih menumpang di rumah kerabat besar. Jarak rumah ke sekolah yang cukup jauh tak menghalangi niatnya untuk terus belajar. Fasilitas belajar yang terbatas pun tak mematahkan semangatnya untuk berprestasi.

Dengan status barunya sebagai mahasiswa ITS, Maitasya berharap bisa memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki dan berkontribusi untuk lingkungan sekitar.

“Harus percaya bahwa usaha yang sungguh-sungguh pasti akan menemukan jalannya,” katanya memberi pesan penuh semangat kepada calon mahasiswa lainnya.

Melalui program ini, ITS menunjukkan komitmennya terhadap tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4 dan ke-10, yakni Pendidikan Berkualitas dan Berkurangnya Kesenjangan. Bukan sekadar kegiatan seremonial, ITS menegaskan keberpihakannya kepada generasi muda dari berbagai latar belakang.

“Kami percaya pendidikan yang setara dapat membawa perubahan bagi mahasiswa, lingkungan, dan masyarakat sekitarnya,” pungkas Hari.

Ia menambahkan bahwa ITS akan terus memperluas jangkauan program serupa agar semakin banyak calon mahasiswa dari daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang bisa merasakan kualitas pendidikan tinggi tanpa terbebani ekonomi. (R1F)

Belum ada komentar