Harlah ke-24 GMBI: Apel Akbar Hybrid Tegaskan Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan

Foto: Ketua LSM GMBI Wilter Jatim, Sugeng Sp. Saat hadiri harlah di Mojokerto
beritakeadilan.com,

KABUPATEN MOJOKERTO, JAWA TIMUR – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-24 LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menegaskan komitmen kebangsaan. Hal ini tercermin dalam Apel Akbar Hybrid bertema “Solidaritas Tanpa Batas” yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, di Alas Veenus Trawas (AVT), Sabtu (28/03/2026).

 

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah Teritorial (Wilter) Jawa Timur ini diikuti sekitar 200 peserta secara langsung, serta ribuan anggota lainnya secara daring melalui platform Zoom. Partisipasi mencakup seluruh jenjang organisasi, mulai dari Wilter, Distrik, KSM, hingga Pokja dari berbagai wilayah di Indonesia.

Secara substantif, Harlah ke-24 tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang refleksi atas eksistensi dan konsistensi organisasi dalam membangun solidaritas internal, memperkuat kohesi sosial antaranggota, serta merumuskan respons terhadap dinamika sosial yang terus berkembang.

Dalam sambutannya secara virtual, Ketua Umum GMBI, M. Fauzan Rachman, menekankan pentingnya posisi organisasi dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyatakan bahwa setiap anggota GMBI memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga stabilitas nasional, persatuan, dan kedaulatan negara.

“GMBI harus menjadi organisasi yang cerdas, solid, berani, dan berintegritas. Komitmen terhadap NKRI adalah prinsip yang tidak dapat ditawar,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan perlunya peningkatan kewaspadaan terhadap dinamika global, termasuk potensi gangguan terhadap stabilitas nasional seperti krisis energi dan kebutuhan pokok. Dalam konteks tersebut, organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki peran strategis sebagai elemen ketahanan sosial sekaligus mitra kritis yang konstruktif.

Sementara itu, Ketua Wilter Jawa Timur, Sugeng, menegaskan bahwa peringatan Harlah harus dimaknai sebagai instrumen evaluasi dan penguatan identitas organisasi. Ia menekankan pentingnya menjaga kohesi internal, loyalitas, serta dedikasi dalam mengawal kepentingan masyarakat.

“Harlah adalah momentum untuk memperkuat integritas dan konsistensi gerakan. Solidaritas internal harus menjadi fondasi dalam menjalankan peran sosial organisasi,” tegasnya.

Pelaksanaan Apel Akbar Hybrid ini menunjukkan adaptasi organisasi terhadap perkembangan teknologi komunikasi, sekaligus memperluas jangkauan partisipasi anggota secara nasional. Di sisi lain, kegiatan ini menegaskan posisi GMBI sebagai entitas sosial yang responsif, progresif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dengan demikian, peringatan Harlah ke-24 GMBI tidak hanya merefleksikan keberlanjutan organisasi, tetapi juga memperkuat peran strategisnya dalam menjaga kohesi sosial dan stabilitas nasional dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Belum ada komentar