KABUPATEN MOJOKERTO, JAWA TIMUR – Forum Komunikasi Alumni Uji Kompetensi Wartawan (FKA UKW), menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, SH, SIK, M.Si. dalam melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum wartawan yang kedapatan berbohong seorang pengacara.
Menurut Ketua Umum (Ketum) FKA UKW, Haji Etar, tindakan ini bukan hanya penegakan hukum semata, melainkan juga upaya menjaga marwah profesi jurnalis agar tetap dihormati sebagai profesi mulia.
Wartawan Adalah Profesi Mulia, Bukan Alat Peras
Haji Etar menegaskan bahwa oknum wartawan yang melakukan pemerasan telah mencoreng nama baik institusi pers. Kompetensi wartawan melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) seharusnya menjadi benteng moral, bukan sekedar formalitas.
“Saya dukung penuh langkah Kapolres Mojokerto. Jangan ragu memproses hukum oknum yang mengaku wartawan tapi berperilaku seperti preman. Memeras pengacara atau siapa pun dengan dalih pemberitaan adalah tindak pidana, bukan melindungi pers,” tegas Haji Etar (23/03).
Dukungan Penegakan Hukum
FKA UKW berdiri di belakang Polri untuk menindak tegas setiap bentuk kriminalitas yang mengatasnamakan pers. OTT ini dianggap sebagai langkah bersih-bersih agar masyarakat dapat membedakan wartawan profesional dengan oknum yang hanya bermodal kartu pers untuk menakut-nakuti.
Imbauan kepada Korban
Haji Etar mengimbau pengacara, pejabat, maupun masyarakat agar tidak takut melapor jika mendapat ancaman atau pemerasan dari oknum wartawan. Menurutnya, keberanian melapor akan mempercepat proses pembersihan dunia pers dari praktik kotor.
Profesionalisme adalah Harga Mati
Sebagai pimpinan alumni wartawan tersertifikasi, Haji Etar menegaskan bahwa jurnalis sejati bekerja berdasarkan Kode Etik Jurnalistik, bukan pesanan atau motif uang haram. “Wartawan itu mencari berita, bukan mencari inspirasi untuk dijadikan alat negosiasi. Kejadian di Mojokerto harus jadi pelajaran keras. Kami di FKA UKW tidak akan memberikan toleransi bagi alumni yang terbukti melakukan pidana pemerasan,” tambahnya.
Harapan Sinergi Pers dan Polri
Haji Etar berharap sinergi antara kepolisian dan organisasi pers semakin kuat, sehingga ruang publik dipenuhi oleh informasi yang sehat, bebas intimidasi, dan sesuai dengan UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

Belum ada komentar