ITS dan Inggris Tinjau Proyek PLTS Apung di Probolinggo

ITS dan Inggris Tinjau Proyek PLTS Apung di Probolinggo
beritakeadilan.com,

KABUPATEN PROBOLINGGO, JAWA TIMUR-Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama Innovate UK melakukan kunjungan lapangan strategis ke proyek Solar2Wave. Proyek ini merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) apung nearshore pertama di Indonesia yang berlokasi di Gili Ketapang, Kabupaten Probolinggo.

Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi global dalam mempercepat transisi energi bersih di wilayah pesisir. Teknologi canggih ini dirancang khusus untuk menghadapi tantangan arus laut sekaligus menyediakan energi terjangkau bagi masyarakat kepulauan.

Sinergi Internasional Perkuat Inovasi Energi Laut
Ketua Tim Peneliti Solar2Wave Indonesia, Prof. Dr. I Ketut Aria Pria Utama, MSc., menegaskan bahwa kolaborasi antar mitra berjalan sangat solid. Proyek ini melibatkan berbagai institusi besar seperti Cranfield University, Universitas Pattimura, hingga industri perkapalan nasional.

“Seluruh pihak dapat memantau langsung progres di lapangan. Pembagian peran antar mitra menunjukkan efektivitas yang luar biasa,” ujar Prof. Ketut, Jumat (13/03/2026). Beliau menargetkan dalam satu bulan ke depan, fasilitas ini sudah bisa diserahkan sepenuhnya kepada warga setempat.

Solusi Murah Pengawetan Ikan Bagi Nelayan
Inovasi PLTS apung berkapasitas 27,2 kilowatt ini tidak hanya sekadar menyediakan listrik rumah tangga. Kepala Desa Gili Ketapang, Monir, menyambut baik proyek ini karena sangat membantu aktivitas ekonomi nelayan, terutama dalam produksi es untuk pengawetan ikan.

Penggunaan energi surya ini diharapkan mampu menekan ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar diesel yang mahal. “Kami berharap proyek ini membantu pembuatan es sehingga kualitas tangkapan nelayan tetap terjaga,” ungkap Monir dengan penuh harap.

Tantangan Edukasi dan Keberlanjutan Ekonomi
Meskipun secara teknis sangat mumpuni, tantangan utama terletak pada komunikasi teknologi kepada masyarakat. Innovation Lead Energy Innovate UK, Jillian Henderson, melihat proyek ini sebagai respons cerdas terhadap isu pemanasan global di wilayah kepulauan.

Untuk menjamin keberlanjutan, tim peneliti mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berpayung hukum. Skema ini bertujuan agar pengelolaan aset energi tersebut tetap profesional dan mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi warga Gili Ketapang.

Proyek percontohan ini rencananya akan direplikasi ke berbagai wilayah pesisir lain di tanah air. Dengan mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), langkah strategis ITS ini memposisikan Indonesia sebagai pemain penting dalam kancah energi terbarukan dunia.

Belum ada komentar