KABUPATEN LAMONGAN (Beritakeadilan.com, Jawa Timur)-Sejumlah kafe yang menyediakan fasilitas karaoke di wilayah Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, tampak tutup total pasca penggerebekan yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sukodadi dan tokoh masyarakat pada Jumat (3/12/2025) malam.
Pantauan Beritakeadilan.com di lokasi menunjukkan kafe-kafe yang dirazia tersebut tampak sunyi dan lengang. Pintu pada bangunan kafe dalam kondisi tertutup rapat, dan tidak terlihat adanya kegiatan atau aktivitas di dalamnya.
Kafe-kafe yang menjadi target razia oleh Forkopimcam Sukodadi dan tokoh masyarakat tersebut adalah Cafe Embun Inez, Cafe Woles, dan Cafe Asik. Meskipun tidak dipasang garis polisi di sekitar lokasi, penutupan ini terjadi secara serentak.
Dalam razia pada Jumat malam itu, petugas berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) tanpa izin edar. Selain itu, dua orang pemandu lagu (PL) serta sejumlah peralatan sound system untuk karaoke juga disita dan diamankan oleh petugas gabungan.
Slamet, salah seorang warga sekitar, mengakui kafe-kafe tersebut sudah tutup sejak penggerebekan terjadi. Ia menyebut penutupan sudah berlangsung sekitar tiga hari.
“Ada sekitar tiga hari ini kafe di jalan nasional Lamongan-Babat, tepatnya di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Unggulan 1 Sukodadi, ini tutup,” ujar Slamet saat diwawancarai, Minggu (7/12/2025).
Warga Desa Sukodadi, Kecamatan Sukodadi, yang enggan dipublikasikan namanya, mengeluhkan keberadaan kafe-kafe karaoke tersebut. Mereka mengaku terganggu oleh aktivitas yang diduga tidak berizin tersebut.
“Saya merasa jengkel dan kesal lantaran setiap malam kebisingan mendengar suara sound system dengan volume yang keras dari sejumlah kafe karaoke yang diduga tidak ada izin itu,” ucap warga tersebut.
Ia mendesak instansi terkait, khususnya Satpol PP Lamongan, untuk segera melakukan penutupan secara permanen terhadap kafe-kafe tersebut. Keberadaan kafe dinilai telah menimbulkan keresahan dan gangguan bagi masyarakat desa setempat.
(Edi)



Belum ada komentar