Bupati Samosir Syukuri Green Card UNESCO untuk Geopark Kaldera Toba: Bukti Sinergi Pemda dan Gubsu

beritakeadilan.com,

KABUPATEN SAMOSIR (Beritakeadilan.com, Sumatera Utara) – Kabar membanggakan datang dari kawasan Danau Toba. Geopark Kaldera Toba resmi kembali direkomendasi menyandang Green Card oleh UNESCO Global Geopark (UGGp). Status ini diumumkan dalam Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, La Araucania, Chile, Jumat (5/9/2025) waktu setempat.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih kembali Green Card adalah hasil kegigihan, sinergi, dan arahan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang berhasil menyatukan komitmen seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba.

“Sejak awal Pemkab Samosir optimis dan mendukung perolehan Green Card. Keberhasilan ini berkat perhatian, bimbingan, dan arahan Bapak Gubernur Sumut, serta kerja sama para kepala daerah kawasan Danau Toba. Terima kasih kepada seluruh stakeholder dan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Gubsu, kita patut bangga bisa kembali mendapatkan Green Card ini,” ujar Vandiko, Senin (8/9/2025).

Keluar dari Status Kuning
Geopark Kaldera Toba sebelumnya sempat mendapat peringatan “kartu kuning” dari UNESCO. Namun, melalui perjuangan panjang dan kerja kolektif lintas daerah, status tersebut berhasil dipulihkan menjadi Green Card. Green Card merupakan penilaian tertinggi dalam keanggotaan UGGp, yang akan berlaku hingga empat tahun ke depan sebelum menjalani revalidasi ulang.

Komitmen Pemkab Samosir
Bupati Vandiko menegaskan, Pemkab Samosir terus konsisten menjaga kelestarian lima geosite yang ada di wilayahnya melalui edukasi, pembinaan, dan regulasi. Program pembelajaran geopark juga diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah melalui “geopark corner” agar generasi muda lebih peduli terhadap warisan alam dan budaya.

Selain itu, Pemkab Samosir turut mendukung kelompok kerja pengelola geosite, BUMDes, Pokdarwis, hingga komunitas kuliner lokal. Dampaknya, Desa Wisata Hariara Pohan yang berada di Geosite Tele-Efrata-Sihotang meraih Juara 2 Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023, sementara Desa Huta Tinggi sebelumnya menempati peringkat 5 besar nasional Anugerah Desa Wisata 2021.

“Selama proses revalidasi, Pemkab Samosir menindaklanjuti rekomendasi UNESCO. Ke depan kami tetap menjalin sinergitas dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat demi pengembangan yang lebih baik,” tegas Vandiko.

Ajang Bergengsi Internasional
Sidang Global Geopark Network (GGN) dan Konferensi Internasional berlangsung pada 5–12 September 2025 dan diikuti delegasi dari ratusan negara. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr. Azizul Kholis, SE, M.Si, M.Pd, CMA, CSRS.

Dengan perolehan Green Card, Geopark Kaldera Toba kian mantap sebagai destinasi berkelas dunia yang bukan hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya dan nilai edukasi global.

Reporter: Alex

Belum ada komentar