BNNK Surabaya Perkuat Sinergi Rehabilitasi Narkotika Bersama LRPPN Bhayangkara Indonesia

BNNK Surabaya Perkuat Sinergi Rehabilitasi Narkotika Bersama LRPPN Bhayangkara Indonesia
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR-Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya melakukan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Surabaya. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam pelaksanaan program rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika di wilayah Kota Pahlawan.

Kunjungan tersebut diwakili oleh M. Viqri Amrullah dan Roan Ricardo Sibuea dari BNNK Surabaya. Pengelola Rehabilitasi LRPPN-BI, Drs. Siswanto, menyambut langsung kehadiran rombongan bersama jajaran pengelola lembaga pada Selasa (10/2/2026).

Sinkronisasi Standar Layanan Rehabilitasi

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga memaparkan fungsi masing-masing dalam menangani penyalahgunaan narkotika. Fokus utama pembahasan terletak pada integrasi antara rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial agar berjalan sesuai standar nasional.

BNNK Surabaya menegaskan bahwa keterpaduan layanan merupakan syarat mutlak agar proses pemulihan klien berjalan optimal. BNNK memandang kolaborasi solid sebagai kunci utama untuk menjamin setiap penyalahguna mendapatkan layanan yang aman, terukur, dan berorientasi pada pemulihan jangka panjang.

Evaluasi Alur Rujukan dan Pendampingan Klien

Diskusi berlanjut pada pembahasan teknis mengenai mekanisme rujukan klien serta alur penerimaan rehabilitan. Kedua pihak mengevaluasi sistem pendampingan yang selama ini telah berjalan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta sarana prasarana penunjang.

Upaya ini sejalan dengan penguatan program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang sedang gencar dilakukan di Surabaya. Dengan sistem yang lebih tertata, akses masyarakat terhadap layanan rehabilitasi diharapkan semakin luas dan mudah dijangkau.

Komitmen Pelayanan Profesional dan Berkelanjutan

Pengelola Rehabilitasi LRPPN-BI, Drs. Siswanto, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program-program BNNK Surabaya. Ia menekankan bahwa pelayanan yang profesional menjadi harga mati agar para rehabilitan mampu kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.

“Kolaborasi lintas lembaga ini sangat penting. Kami ingin para rehabilitan tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan mental untuk kembali produktif,” ujar Siswanto.

Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas rehabilitasi milik LRPPN-BI. Sinergi ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan pemulihan yang komprehensif dan humanis di Jawa Timur.

Belum ada komentar