JAKARTA TIMUR (Beritakeadilan.com, DK Jakarta) – Semangat kolaborasi dan penguatan budaya kerja aman mewarnai Gathering ARAI Indonesia 2025 yang digelar di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, (3/10/2025). Ajang tahunan yang diikuti sekitar 150 peserta dari kalangan anggota, mitra kerja, PJK3, BKK3 hingga BPJS ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring, memperbarui pengetahuan, serta mendorong lahirnya kolaborasi strategis di industri rope access tanah air.

Mengusung tema “Kebersamaan dan Budaya Kerja Aman”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum untuk mempererat solidaritas, memperkuat komunikasi nonformal, memberi apresiasi kepada mitra, serta membuka peluang kerja sama baru dengan berbagai pihak.
Salah satu agenda utama adalah pemutakhiran pedoman pembinaan dan modul pelatihan, sosialisasi keanggotaan, pembahasan pedoman pekerjaan pada ketinggian, serta pemaparan terbaru dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ARAI.
Dukungan terhadap penguatan kompetensi keselamatan kerja juga datang langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan, yang diwakili dr. Muzakir, M.K.M. dan Muchamad Yusuf, S.T., M.Si. Keduanya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kerja di bidang pekerjaan ketinggian seiring dengan tuntutan industri yang semakin kompleks.
Sebagai bentuk apresiasi, ARAI Indonesia menyerahkan Piagam Penghargaan kepada PT Accessindo Sinadventure Alasruri (Accessina) atas dedikasi, kontribusi nyata, dan implementasi aktif dalam penerapan pedoman serta modul pelatihan K3 pekerjaan di ketinggian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra dan peserta yang terus menegakkan standar keselamatan kerja. ARAI akan terus memperluas kolaborasi lintas sektor agar kompetensi dan budaya kerja aman semakin mengakar kuat di industri rope access Indonesia,” ujar Haddy Achmad Chalidi, Ketua Umum ARAI Indonesia.
Haddy juga menegaskan bahwa ARAI Indonesia merupakan asosiasi yang menaungi para pelaku kerja pada ketinggian (rope access) di tanah air. Fokusnya mencakup peningkatan kompetensi, penguatan jejaring, serta promosi budaya kerja aman melalui program pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan kolaboratif, termasuk gathering tahunan yang selalu dinantikan.
(Thejo)

Belum ada komentar