SURABAYA, JAWA TIMUR-Di atas kasur tipis sebuah kamar sederhana di kawasan Manukan, Surabaya, Febriansyah Handika Setiawan (18) kini hanya bisa terbaring. Pemuda ini harus menanggung luka berat demi sebuah tanggung jawab besar: memastikan mereka yang terjerat narkoba kembali ke jalan yang benar.
Febriansyah, seorang staf penjaga di Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI), mengalami patah tulang paha kanan dan tulang kering setelah ditabrak lari saat mengejar pasien rehabilitasi yang kabur.
Peristiwa memilukan ini bermula pada 11 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, enam pasien rehabilitasi di Jalan Khairil Anwar No. 23, Surabaya, melarikan diri dengan cara menjebol plafon dan merusak genteng.
“Waktu itu saya langsung bangun. Tidak terpikir apa-apa lagi, hanya panik dan was-was,” kenang Febriansyah saat ditemui di kediamannya.
Bersama petugas lain, ia melakukan pengejaran hingga ke kawasan Jalan Dr. Soetomo. Di dekat sebuah pom bensin, Febriansyah melihat dua pasien. Namun, saat mencoba mengamankan salah satu pasien yang memberontak, sebuah mobil menghantam tubuhnya dengan keras.
Akibat benturan tersebut, Febriansyah terkapar di aspal sementara mobil yang menabraknya langsung tancap gas. Diagnosis medis menunjukkan kondisi yang memprihatinkan:
-
Patah tulang paha kanan dan tulang kering.
-
Retak pada jari kaki kanan.
-
Bengkak parah pada kaki kiri akibat terkilir.
Ia sempat menjalani perawatan intensif selama tiga hari di RS William Booth dengan biaya operasi yang mencapai sekitar Rp86 juta.
Meski harus menanggung beban fisik dan biaya yang besar, Febriansyah menunjukkan kelapangan hati yang luar biasa. Salah satu pasien yang kabur bahkan datang menjenguknya dengan rasa penyesalan yang mendalam.
“Insya Allah saya tidak dendam. Mungkin dari kejadian ini dia tersentuh dan sadar bahwa ada orang yang sampai celaka demi kesembuhannya,” ungkapnya dengan tegar didampingi sang ibu, Anik Purwati.
Kini, Febriansyah berharap luka-lukanya segera pulih. Baginya, rasa sakit ini adalah bukti nyata bahwa upaya menyelamatkan nyawa dari jerat narkoba memang membutuhkan pengorbanan yang tak ternilai harganya.





Belum ada komentar