Suroboyo Bangkit: Warga dan Ormas Tolak Demo Anarkis dengan Kompak

beritakeadilan.com,

SURABAYA (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) – Gelombang penolakan terhadap aksi demonstrasi anarkis semakin menguat di Kota Pahlawan. Usai insiden “Suroboyo Nolak Wong Ruwet” yang dinilai melenceng dari tujuan aspirasi, warga bersama elemen masyarakat, ormas, komunitas pemuda, hingga tokoh agama sepakat menolak segala bentuk aksi yang berujung pada kekerasan.

Situasi ini menuai sorotan publik, termasuk dari sosok Faris Brewoks, yang dikenal aktif di dunia keormasan dan kejurnalistikan. Ia menegaskan bahwa Surabaya harus terbebas dari anarkisme.

Dalam pertemuan bersama elemen masyarakat di Pos Pantau Polantas 90 Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (02/09/2025) malam, Faris Brewoks menyatakan sikap tegas menolak demo anarkis.

“Suroboyo Menolak Wong Ruwet. Atas nama warga Jawa Timur khususnya Surabaya, kami sepakat anarkisme atau demo anarkis harus minggir dari Kota Surabaya,” tegas Faris.

Ia juga memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum.
“Kami mendukung TNI-Polri atas langkah tegas dan terukur dalam menangani demo anarkis. Kami bersama ormas dan komunitas siap satukan barisan Jogo Suroboyo,” ucapnya lantang.

Kehadiran masyarakat dan ormas di Pos Pantau Polantas 90 mendapat respon positif dari jajaran kepolisian. Ipda Wiji, Kanit Lantas Pos Pantau Polantas 90, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan.

“Atas nama Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kami mengucapkan terima kasih. Kami berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan yang mengarah pada pidana,” kata Ipda Wiji.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menjaga keamanan masyarakat.
“Sesuai arahan pimpinan, Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat setiap hari. Polri Presisi hadir menjaga keamanan dengan responsif dan akuntabel,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga dan komunitas yang hadir dengan slogan kebersamaan “Perak Bersahaja Wani Aman.” Solidaritas ini menjadi bukti nyata bahwa Surabaya menolak aksi anarkis dan mendukung terciptanya suasana aman, damai, serta kondusif.(**)

Belum ada komentar