Oknum Bhayangkari Polres Blitar Gelapkan Uang Ratusan Juta Rupiah

beritakeadilan.com,

KABUPATEN BLITAR (Beritakeadilan.com, Jawa Timur) – Dugaan penipuan arisan bodong menghebohkan ibu-ibu di Bumi Penataran. Kali ini, sejumlah warga melaporkan seorang perempuan berinisial YZ, yang diketahui sebagai istri anggota polisi di polres Blitar sekaligus penyanyi.

Oknum Bhayangkari itu diduga menipu puluhan peserta arisan dengan total kerugian mencapai lebih dari Rp 500 juta.

Salah satu korbannya, Alfi Karomah, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun mengatakan kabupaten Blitar arisan yang diikuti awalnya berjalan lancar.

Dok Foto,Para Korban Oknum Bhayangkari Polres Blitar

Sistimnya cukup sederhana, yakni iuran Rp 100 ribu setiap hari Jumat. Namun, sejak putaran ke-42, pembayaran kepada peserta sudah tidak lagi sesuai kesepakatan.

Harusnya kami menerima Rp 12 juta setelah dua tahun lebih ikut arisan. Tapi kenyataannya hanya dikasih Rp 3 juta, Rp 4 juta, bahkan ada yang dapat Rp 6 juta,” ujarnya saat dikonfirmasi Media ini.

Merasa dirugikan, Alfi dan peserta arisan lain sempat melapor ke Polres Blitar pada tahun 2024 lalu. Namun saat itu laporan belum bisa diproses lantaran minimnya bukti.

Seiring dengan bertambahnya jumlah korban dan bukti pendukung yang lebih kuat, penyidik Satreskrim Polres Blitar mulai melakukan pendalaman dan memintai keterangan saksi-saksi.

Sementara itu ditempat Terpisah,Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman membenarkan bahwa telah menerima laporan terkait dugaan penipuan berkedok arisan tersebut. Kasus ini tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Blitar dalam beberapa waktu ini.

Sudah ada 27 saksi yang diperiksa oleh penyidik dan mayoritas adalah korban,” ungkapnya Kapolres Blitar kepada media ini.

Arif menyebut, kerugian yang dialami oleh para korban bervariasi, dan penyelidikan akan terus berjalan secara profesional tanpa pandang bulu meskipun kasus ini menyeret nama oknum Anggota Bhayangkari Polres Blitar.

“Siapa pun yang terlibat, jika terbukti bersalah akan kami proses sesuai hukum yang berlaku. Meskipun ada oknum Bhayangkari yang terlibat dalam kasus ini,” tegasnya.

Perlu diketahui Kasus ini mulai menyebar luas setelah salah satu korban berani mengungkap pengalamannya melalui media sosial. Tak berselang lama, pengakuan serupa mulai bermunculan dari warga lain yang mengaku mengalami hal yang sama.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berjalan dan polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak segan segan melapor jika merasa menjadi korban praktik serupa yang melibatkan anggota Bhayangkari.

(R_win)

Belum ada komentar