KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Konflik perceraian antara mantan Aparatur Sipil Negara (ASN), Shanti, dan Priyanto, yang menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Kedungadem, semakin memanas. Setelah sebelumnya Shanti mengungkap kekecewaan atas dugaan perselingkuhan yang tak berujung sanksi, kini Priyanto memberikan klarifikasi sekaligus bantahan.
Shanti sebelumnya menuding rumah tangganya hancur akibat hubungan Priyanto dengan seorang perempuan berusia 29 tahun yang juga berstatus ASN. Ia juga menyoroti sikap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dinilai tidak tegas meski laporan telah disampaikan.
Tak hanya itu, Shanti turut mengeluhkan proses perceraian yang dianggap berlarut dan tidak adil, termasuk persoalan pembagian harta gono-gini yang menurutnya tidak pernah ia terima.
Menanggapi tudingan tersebut, Priyanto justru balik menuding. Ia mengklaim memiliki bukti bahwa Shanti lebih dahulu berselingkuh.
“Saya punya bukti kalau yang bersangkutan selingkuh lebih dulu,” ujar Priyanto dalam keterangannya telepon WhatsApp, (5/4/2026)
Priyanto juga menyebut anak-anak mereka yang telah dewasa memahami konflik yang terjadi, bahkan siap memberikan keterangan jika diperlukan.
“Anak-anak sudah besar dan paham situasinya. Mereka siap bicara,” tambahnya.
Selain itu, ia melontarkan tuduhan serius bahwa Shanti pernah tinggal bersama dua pria berbeda tanpa ikatan pernikahan.
“Saya punya bukti kalau dia pernah hidup bersama dengan laki-laki lain, bahkan lebih dari satu,” tegasnya.
Soal harta bersama, Priyanto mempertanyakan klaim yang diajukan Shanti. Ia menyebut kondisi ekonomi keluarga saat itu tidak memungkinkan adanya pembagian.
“Harta gono-gini apa? Uang keluarga habis untuk kepentingan pencalonan kepala desa. Bahkan anak-anak juga tidak menikmati hasilnya,” ujarnya.
Ia juga mengungkap adanya utang yang disebut masih menjadi tanggungan Shanti, termasuk biaya umroh dan pinjaman bank, serta menyebut dirinya membantu keberangkatan Shanti ke Taiwan.
“Masih ada utang umroh yang belum selesai, belum lagi pinjaman di bank-bank lain. Semua itu ada buktinya,” katanya. “Ke Taiwan itu saya yang membantu biaya, karena kasihan. Itu juga ada bukti,” imbuhnya.

Belum ada komentar