JAYAPURA, PAPUA-Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 menanggapi dingin klaim propaganda yang kerap dilontarkan oleh kelompok separatis di Papua. Kasatgas Humas ODC menegaskan bahwa pernyataan Sebby Sambom di media sosial hanyalah upaya mencari validasi internasional. Menurutnya, Sebby bukanlah juru bicara resmi dalam struktur organisasi yang jelas, melainkan sekadar pemengaruh (influencer) bagi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Jumat (20/2/2026).
Bantahan Keras Atas Tuduhan Intelijen TNI-Polri
Pihak Satgas ODC membantah keras tuduhan KKB yang selalu menyebut warga sipil korban penganiayaan sebagai anggota intelijen. Kasatgas Yusuf menjelaskan bahwa klaim tersebut merupakan kebohongan publik yang keji dan tidak berdasar. Sebagai contoh, pilot yang menjadi korban di Bandara Korowai murni merupakan kru maskapai sipil, bukan agen rahasia. Selain itu, pengerusakan fasilitas pendidikan dan pembakaran ambulans semakin membuktikan bahwa aksi KKB justru menyengsarakan masyarakat Papua sendiri.
Identifikasi Pelaku Dan Kendala Topografi Korowai
Polisi kini telah mengidentifikasi dua orang pelaku utama dari kelompok berjumlah 20 orang yang beroperasi di wilayah Korowai. Namun, luasnya wilayah Boven Digoel yang setara dengan Provinsi Jawa Tengah menjadi tantangan topografi yang sangat berat bagi personel. Meskipun demikian, Satgas ODC tetap optimis dapat mempersempit ruang gerak para pelaku. Oleh karena itu, pengejaran terus berlanjut secara sistematis dengan mempertimbangkan keselamatan warga sipil di zona merah.
Penangkapan Anggota KKB Dan Pecahnya Kelompok
Sejak Januari 2026, Satgas ODC berhasil mengamankan empat orang dari 23 kasus yang terjadi di Yahukimo. Dua di antaranya, termasuk tersangka berinisial GW, terlibat dalam penembakan anggota Brimob tahun 2022 dan pembakaran ruko baru-baru ini. Berdasarkan data intelijen, kelompok-kelompok ini sekarang terpecah dan tidak berada dalam satu markas. Beberapa faksi seperti Kelompok Sisi, Semut Merah, hingga Kelompok Kanibal kini tersebar di berbagai titik pedalaman hutan.
Langkah Preventif Perkuat Keamanan Bandara Terpencil
Kini, Polri bersama TNI bertekad memperkuat pengamanan di bandara-bandara terpencil yang minim fasilitas pendukung. Langkah ini bertujuan untuk memutus jalur logistik sekaligus menjamin kelancaran transportasi udara bagi warga pedalaman. Kasatgas Yusuf menilai bahwa tindakan KKB yang menghancurkan fasilitas kesehatan dan pendidikan hanya demi eksistensi justru membodohi daerah mereka sendiri. Pada akhirnya, Satgas Damai Cartenz akan terus melakukan langkah preventif berlapis guna menjaga kedaulatan NKRI di tanah Papua.

Belum ada komentar