Gadis Blitar Penembus Batas: Clara Aprilia Sabet Juara Favorit Duta Pelajar Remaja Jatim 2026

Gadis Blitar Penembus Batas: Clara Aprilia Sabet Juara Favorit Duta Pelajar Remaja Jatim 2026
beritakeadilan.com,

KABUPATEN BLITAR, JAWA TIMUR-Aura disiplin khas sekolah taruna terpancar kuat dari sosok Ananda Clara Aprilia. Siswi berprestasi dari SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur ini sukses memukau dewan juri dan publik hingga dinobatkan sebagai Juara Favorit Duta Pelajar Remaja Jawa Timur 2026.

Ditemui di Lynn Hotel Mojokerto pada Minggu (08/02/2026), gadis asal Kelurahan Beru, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar ini menceritakan perjalanan spiritual dan mentalnya selama kompetisi. Meski sudah terbiasa di dunia modelling tingkat nasional, Clara mengaku ajang ini memberikan tantangan yang jauh berbeda.

Uji Mental di Balik Gemerlap Panggung

Perjalanan Clara menuju takhta juara favorit tidaklah bertabur bunga. Ia harus melewati seleksi ketat, mulai dari tes tulis yang menguras otak hingga karantina yang menguji ketahanan fisik dan emosional.

“Prosesnya tentu tidak mudah. Saya harus belajar banyak hal, mulai dari kepemimpinan hingga advokasi,” ungkap remaja berusia 16 tahun tersebut dengan nada tegas namun ramah.

Menariknya, Clara tetap menunjukkan mental baja meskipun sempat beredar kabar kurang sedap mengenai teknis karantina. Baginya, setiap hambatan adalah bagian dari proses pendewasaan diri. Semangat ini membuktikan bahwa didikan disiplin di sekolahnya berhasil membentuk karakter pribadi yang tangguh.

Misi “Jatim Harmoni”: Perangi Seks Dini di Sekolah

Sebagai pemegang selempang Juara Favorit, Clara membawa misi besar bertajuk “Jatim Harmoni: Pelajar Tangguh Ruang Aman”. Fokus utamanya sangat krusial dan berani, yakni mengedukasi rekan sejawat mengenai bahaya seks di usia dini di kalangan pelajar.

Oleh karena itu, ia menawarkan solusi konkret melalui dua jalur utama:

  1. Pembentukan Satgas Anti Kekerasan di lingkungan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).

  2. Kampanye Digital “Manters” melalui media sosial sebagai wadah edukasi kreatif bagi generasi Z.

Menjadi Agen Perubahan di Era Digital

Selanjutnya, Clara menyadari bahwa tantangan pelajar saat ini sangat kompleks, mulai dari krisis identitas hingga tekanan sosial di dunia maya. Namun, ia optimis bahwa peran Duta Pelajar bukan sekadar seremonial belaka.

“Menjadi juara bukan hanya soal tampil di panggung dan memakai selempang. Saya ingin menjadi teladan bagi pelajar di Blitar dan Jawa Timur untuk terus berkarya dan menyebarkan energi positif,” tambahnya dengan penuh semangat.

Melalui kemenangan ini, Ananda Clara Aprilia membuktikan bahwa kombinasi antara kecantikan, kecerdasan, dan kepedulian sosial adalah kunci untuk menjadi agen perubahan yang sesungguhnya di masa depan.

Belum ada komentar