Turnamen Badminton Syafa Group Perkuat Soliditas Pegawai

Turnamen Badminton Syafa Group Perkuat Soliditas Pegawai
beritakeadilan.com,

SURABAYA, JAWA TIMUR-Syafa Group menunjukkan komitmen nyata dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis. Langkah ini diwujudkan melalui penyelenggaraan turnamen badminton antar perusahaan di GOR Q Probolinggo, Sabtu (07/02/2026).

Kegiatan ini melibatkan puluhan karyawan dari PT Indie Syafa Transforma dan PT Eco Syafa Harvest. Sejak pertandingan dimulai, para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Oleh karena itu, atmosfer kompetisi terasa sangat positif dan penuh kebersamaan.

Fokus pada Kesejahteraan dan Silaturahmi

CEO Syafa Group, Sa’diah, S.Pd.I., M.Pd.I, bertindak sebagai inisiator turnamen ini. Beliau menegaskan bahwa olahraga merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan pegawai. Selain aspek profesional, kesehatan fisik dan hubungan sosial menjadi prioritas utama.

“Olahraga bersama memiliki banyak manfaat. Selain menjaga kebugaran, agenda ini menjadi media memperkuat silaturahmi antar pegawai,” ujar Sa’iah.

Menurutnya, komunikasi yang erat menjadi fondasi penting bagi kinerja perusahaan. Dengan demikian, hubungan kerja yang sehat akan melahirkan produktivitas yang lebih solid.

Inovasi Kolaborasi Lintas Divisi

Turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga biasa. Namun, acara ini menjadi ruang interaksi bagi karyawan lintas divisi. Di sini, para staf saling mengenal lebih dekat dalam suasana santai namun tetap kompetitif.

Pada babak final, Gufron dari PT Eco Syafa Harvest berhasil meraih juara pertama. Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Fatah dari PT Indie Syafa Transforma. Meskipun ada persaingan, seluruh peserta menyambut hasil tersebut dengan semangat kebersamaan yang tinggi.

Langkah Strategis Pemulihan Citra Perusahaan

Lebih lanjut, Sa’diah menjelaskan bahwa penguatan soliditas internal sangat krusial saat ini. Hal tersebut berkaitan dengan dinamika yang sempat terjadi di kantor cabang sebelumnya. Pihak manajemen mencatat adanya tindakan tidak profesional oleh mantan manajer dan bagian keuangan.

“Dampak dari peristiwa yang mengarah ke pembangkangan tersebut berpengaruh terhadap nama baik perusahaan. Namun, saat ini kasusnya sedang dalam penanganan tim legal,” tegas Sa’diah secara transparan.

Sejalan dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, perusahaan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah. Langkah hukum diambil untuk memastikan keadilan bagi semua pihak. Oleh sebab itu, turnamen ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali loyalitas pegawai.

Optimisme Menuju SDM Unggul

Syafa Group percaya bahwa keseimbangan kerja dan kesehatan adalah kunci sukses. Dengan tubuh yang bugar, karyawan diharapkan mampu menghadapi tantangan bisnis dengan lebih segar.

“Syafa Group optimistis dapat terus melangkah maju. Suasana berenergi ini membantu pegawai melepas penat dari rutinitas harian,” pungkas Sa’diah.

Belum ada komentar