KABUPATEN LAMONGAN (Beritakeadilan, Jawa Timur) – Relawan Anak Bangsa Nasional (RABN) Kabupaten Lamongan siap mengawal dan memberikan dukungannya kepada pasangan calon bupati Lamongan, H. Abdul Ghofur dan Firosyah Shalati.
Hal itu diungkapkan Ketua Korda RABN Jatim, Ferry Fadli, pada rapat koordinasi dan konsolidasi bersama perwakilan pengurus kabupaten dan kecamatan di sekretariat RABN Kabupaten Lamongan, Jl. Mastrip 89, Sukomulyo, Kabupaten Lamongan.
“Alhamdulillah hari ini RABN Jatim bersama RABN Kabupaten Lamongan mengadakan rapat koordinasi dan konsolidasi, agenda pertama adalah pembenahan kepengurusan RABN Kabupaten Lamongan,” ujar Ferry Fadli, Senin (26/8).
Menurutnya, terkait pilkada 2024 ini, dirinya yang juga sebagai putra daerah Lamongan juga mengikuti rekam jejak pemerintahan sebelumnya dan menyatakan bahwa mengikuti keputusan bersama seluruh anggota RAB Kabupaten Lamongan yang mana hasil voting menjatuhkan dukungan terhadap Ghofur – Sosa.
“Masa demokrasi saat ini, masyarakat muda ingin pemimpin yang segar dan berpengalaman, track record kinerjanya yang nyata dan memiliki visi misi yang bagus, pemimpin yang gaya komunikasinya baik, mengayomi semua element tidak tebang pilih yang dapat menyelesaikan problematika masa depan Generasi saat ini. Kita butuh pemimpin era milenial yang kreatif, inovatif,” ungkapnya.
Fadli menilai, pasangan Ghofur – Sosa sangatlah tepat, dilihat dari sisi pengalaman H. Abdul Ghofur sebagai ketua DPRD Kabupaten Lamongan yang dimilikinya. “Kemampuan dan kualitas dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, dan sosok muda dengan pengalaman politik kaliber nasional, Firosya Shalati mewakili kebutuhan milenial dan gen Z di Lamongan,” tutur Fadli.
Senada, Sekertaris RABN Jatim, Ugik Waluyo mengatakan, generasi millenial dinilai sebagai generasi yang individualistik, sangat tergantung pada teknologi dan apatis terhadap politik.
“Mendekati generasi milenial bukan tanpa tantangan, karena generasi milenial adalah generasi yang apatis terhadap politik. Bagaimana kita menumbuhkan kesadaran politik generasi milenial dan gen Z harus menjadi perhatian bersama. Apatisme milenial terhadap politik tak lepas dari persepsi bahwa “politik itu kotor” karena mereka hampir setiap hari disuguhi dengan pemberitaan tentang pejabat publik yang tersandung KPK,” terang Ugik.
Lebih jauh, Ugik menyatakan, anak muda sangat tertarik dengan isu-isu yang berkaitan dengan masa depannya seperti tentang persoalan pendidikan, pelayanan kesehatan, lapangan pekerjaan dan rumah murah.
“Sesungguhnya anak muda itu tertarik dengan politik, tetapi tidak pernah tapi tidak pernah diberi kesempatan dalam dunia politik, apalagi di kabupaten Lamongan ini cenderung politik dinasty birokrasi. Hal ini bisa menghalau tumbuh kembangnya calon pemimpin muda lebih kritis, lebih inovatif dan kreatif,” tandasnya.
(Edi)

Belum ada komentar