KABUPATEN BOJONEGORO (Beritakeadilan.com, Jawa Timur)-Gelombang kritik terhadap kualitas infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro kini berpindah dari jalanan ke layar gawai. Proyek peningkatan jalan rigid beton di Desa Mori, Kecamatan Trucuk, mendadak menjadi sorotan tajam publik setelah dugaan pengerjaan yang asal-asalan viral di platform media sosial TikTok.
Proyek yang didanai melalui instrumen Bantuan Khusus Keuangan Desa (BKKD) ini memicu kemarahan netizen. Ribuan komentar di akun Linknews.id mempertanyakan efektivitas pengawasan anggaran daerah yang dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Merespons kegaduhan digital tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono tidak tinggal diam. Saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (9/1/2026), orang nomor satu di Bojonegoro tersebut memberikan jawaban singkat namun tegas.
“Siap,” tulis Setyo Wahono melalui pesan singkat, mengisyaratkan bahwa pemerintah daerah telah mengantongi laporan tersebut dan segera menggerakkan mesin birokrasi untuk melakukan kroscek lapangan.
Di lokasi proyek, keresahan warga kian nyata. AG, salah satu warga Desa Mori, mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil fisik jalan yang dinilai tidak sesuai dengan standar teknis jalan rigid beton pada umumnya. Masyarakat khawatir jalan tersebut tidak akan bertahan lama meski menelan anggaran yang tidak sedikit.
“Kami tidak butuh proyek formalitas. Uang rakyat harus kembali dalam bentuk infrastruktur berkualitas tinggi. Kami mendesak instansi terkait, terutama Inspektorat, untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif,” cetus AG dengan nada kecewa.
Kini, bola panas berada di tangan Inspektorat Kabupaten Bojonegoro. Lembaga pengawas internal ini diharapkan mampu bekerja profesional untuk membedah apakah terdapat malapraktik atau penyimpangan spesifikasi dalam pengerjaan proyek tersebut.
Kasus Desa Mori ini diharapkan menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola dana BKKD di seluruh wilayah Bojonegoro, agar anggaran negara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.
(Iwan)



Belum ada komentar