Pranic Healing Indonesia Adakan Program Penyembuhan dan Bagi Sembako Gratis Warga Pulo Gadung

Pranic Healing Indonesia Adakan Program Penyembuhan dan Bagi Sembako Gratis Warga Pulo Gadung
beritakeadilan.com,

JAKARTA TIMUR (Beritakeadilan, DKI Jakarta) – Acara Program Bansos CSR Pranic Healing Indonesia kali ini dilaksanakan bagi warga di jalan Perintis Kemerdekaan RT.008/001 Pulo Gadung, Jakarta Timur, kegiatan tersebut merupakan kegiatan sosial yang dilakukan secara gratis, serta pembagian sembako, terlihat puluhan warga antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Yayasan Pranic Healing Indonesia Dr Andreas Prasadja, RPSGT. mengatakan
Pranic healing adalah metode penyembuhan dengan konsep sederhana. Dalam metode ini, tubuh pada dasarnya dipercaya bisa menyembuhkan diri sendiri. Saat energi positif yang ada di tubuh bisa ditambah dan dikontrol, maka berbagai gangguan di dalamnya pun dapat sembuh.

“Seperti inilah kegiatan kita, sederhana – sederhana saja, kalau kita bicara energi, semua itu berkaitan dengan energi, memang pada awalnya kita bicara healing dulu, sebenarnya kita menjawab 4 masalah dasar masusia Masalah kesehatan, Relationn Healing, masalah mental, kecanduan, psikologis dan lain sebagainya, lalu Finansial Healing, dari finansial ada energi, terkait untuk kemakmurannya bagaimana, dan tentu saja kita bicara spiritual kalau kita bicara energi lebih muda karena sifatnya universal.”Ujarnya disela-sela kegiatan sosial tersebut. Minggu, (28/05/23).

Metode Pranicnya healing ini dapat digunakan untuk menyembuhkan diri sendiri ataupun orang lain dari berbagai penyakit, bagi para pranic healer jika mengikuti kelas, maka akan mendapatkan sertifikat yang sifatnya Universal.

“Kita ada di sekitar 150 Negara, nah jika teman-teman disini yang sudah ikut kelas dan berjenjang, kelas basicnya di Indonesia, sertifikatnya bisa di bawa ketika berpergian, sekolah atau apa gitu, ketika ketemu perguruan ini diluar Negeri bisa dilanjutkan di luar negeri, sertifikat kita sifatnya intrnasional, komunitas kita bersifat internasional.”kata Dr. Andreas spesialis kesehatan tidur.

“Guru kita ini bukan hanya pengajar, tapi ilmuan juga, karena background beliau chemical engineering, success building business juga, pada awalnya beliau mengajar iya, dan biaya semuanya juga dari beliau, beliau mengajarkan kita mandiri, sampai kita bisa seperti ini, dengan kegiatan-kegiatan yang mandiri. Kita hanya saluran saja, bagaimana sih menjadi saluran yang baik, semuakan sumbernya dari yang maha kuasa.”Imbuhnya.

Metode ini juga bisa dilakukan sebagai pendamping perawatan medis lainnya, sehingga menurutnya metode ini adalah proses penyembuhan komplementer atau pelengkap, sehingga bagi terapis harus tetap melakukan penyembuhan dengan pengobatan medis.

“Itu istimewanya, Kami tidak menyebut ini sebagai penyembuhan alternatif Healing, tapi Komplementer, komplementer ini adalah pelengkap, jadi medisnya tidak boleh di tinggal, pengobatan medisnya harus tetap jalan, contoh ekstrim nya ya, orang kecelakaan patah tulang, kalau posisi tulang itu belum diperbaiki, seandainya bengkok, masa nanti sembuhnya bengkok gimana gitu, jadi tetap kita perlu medisnya tetap jalan, kita memang diajarkan untuk medisnya jangan di tinggalkan.”tururnya.

“Kita pelengkap, banyak juga yang medis tidak bisa lakukan, kita bisa lakukan, contohnya peremajaan, regenerasi organ bagaimana yang sudah rusak, dari sisi energi banyak sekali.”Tegas Dr. Andreas.

Panitia acara wilayah Hartanti selaku Ketua Rt.008 mengatakan program acara ini sangat membantu bagi warganya walaupun kegiatan tersebut juga terbatas untuk pengobatan terapi tanpa sentuhan. Hartanti juga terima kasih atas bantuan paket sembako bagi warganya yang kurang mampu.

Selain itu H.Hasan salah satu peserta dari pengobatan gratis ini menambahkan walaupun masih baru pengobatan tanpa sentuhan dengan energi merasa badannya seakan terasa segar lagi dengan terapi tersebut.

Turut hadir dari Sekretaris Kelurahan Pulo Gadung Husein, Babinsa 54 Pulo Gadung, serta tokoh masyarakat.

Diketahui Awal kemunculan Pranic Healing Pranic healing ditemukan oleh Grand Master Choa Kok Sui yang lahir di Filipina pada tanggal 15 Agustus 1952. Ia menjadi yogi (orang yang mendalami yoga) saat remaja dan selama berpuluh-puluh tahun setelahnya, terus menyebarkan pengetahuannya tentang penyembuhan.

Master Choa menghabiskan 20 tahun hidupnya berkeliling dunia, menyebarkan metode Pranic Healing sampai ke 60 negara di enam benua.

Dengan gayanya yang sederhana dan tidak penuh basa-basi, ia memiliki misi untuk mengurangi penderitaan yang dirasakan banyak umat manusia.

Sebelum meninggal dunia pada tahun 2007, Master Choa telah menulis 25 buku yang sudah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa berbeda. Lebih dari 100 tempat Pranic Healing di 90 Negara juga sudah berdiri.

Terakhir menurut Melani selaku Humas Dr. Andreas memberi keterangan bahwa Dr. Andreas adalah dokter pertama kali di Indonesia untuk gangguan tidur, bagi yang ingin konsultasi atau ingin bergabung silakan datang kekantornya dengan alamat Kali Pasir No.7, Kebon Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat.

( Hari p )

Belum ada komentar