JAKARTA TIMUR (Beritakeadilan.com, DK Jakarta) – Tim Monitoring dan Evaluasi dari Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia (KSP) melakukan kunjungan verifikasi lapangan ke Kelurahan Jati, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (11/9/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Desa Binaan Imigrasi dan PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembinaan Desa).
Acara berlangsung di Aula Kelurahan Jati dan dihadiri sejumlah pejabat dari KSP, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta aparatur kelurahan dan tokoh masyarakat.

Lurah Kelurahan Jati, Evi Erawati, S.KM., MA menyampaikan apresiasinya atas kehadiran tim KSP. Ia menyebut kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai isu-isu keimigrasian, khususnya terkait Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri.
“Terima kasih kepada Staf Kepresidenan RI dan pihak Imigrasi yang telah membina kami. Kegiatan ini membuat kami semakin paham mengenai WNA dan WNI, termasuk isu-isu perdagangan orang yang kerap menjanjikan gaji tinggi di luar negeri, tapi kenyataannya malah mengeksploitasi,” ujar Evi
Ia menambahkan, salah satu poin penting yang dibahas adalah bahaya perdagangan manusia, termasuk risiko eksploitasi tenaga kerja dan perdagangan organ tubuh.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya:
Dr. Muhammad Rullyandi – Staf Kepresidenan RI
Feri Kusuma – Staf Kepresidenan RI
Mastiur Pharmata – Staf Kepresidenan RI
Dina Rifqiana – Staf Kepresidenan RI
Sandi Andaryadi – Sesditjenim
Pamuji Raharja – Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi DKI Jakarta
Earias Wirawan – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Timur
Dandi Permana – Kasi Inteldak
Sari Karuniawati – Kasi Tikim
Hasby Munaza – Kasi Intal
Ali Purbomo – Kepala Tata Usaha
Naufal Fadhillah – Kasubsi Intel
Pisanti – Kasubsi Teknologi Informasi
Rendi Septriadi – Kasubsi Informasi dan Komunikasi
Sertu Kastono – Babinsa Kelurahan Jati
Iptu Suyatno – Bhabinkamtibmas Kelurahan Jati

Dalam dialog bersama warga, Dr. Muhammad Rullyandi selaku tenaga ahli utama KSP menjelaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai prosedur legal untuk bekerja di luar negeri serta upaya pemerintah dalam menangkal praktik perdagangan orang.
“Program Desa Binaan Imigrasi ini menjadi salah satu upaya preventif agar masyarakat tidak menjadi korban perdagangan manusia,” katanya.
(M.NUR)



Belum ada komentar